Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Perburuan pelaku peredaran Dolar Amerika palsu yang digelar aparat Polresta Banyuwangi kembali membuahkan hasil. Satu pengedar kembali disergap. Kali ini, pelaku disergap di tempat persembunyiannya di Pandeglang, Banteng.

Dari tangan pelaku diamankan tiga bendel Dolar palsu pecahan 100 Dolar AS. Jika ditotal, nilainya sekitar Rp 420 juta. Pelaku, AS alias Mbah Be (46), warga Pabuarang, Serang, Banten  ditangkap tanpa perlawanan. Nama pelaku muncul dari pengembangan tersangka HS yang sebelumnya ditangkap.

“Jadi, ini pengembangan terbaru. Satu pengedar kembali kita tangkap, ada tiga bendel Dolar palsu kita temukan,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin dalam rilis di Mapolresta Banyuwangi, Senin (22/3) siang.

Kapolres menambahkan, pelaku ditangkap, 5 Maret kemarin. Sebelumnya, polisi menangkap HS dengan sejumlah barang bukti.  Ternyata, barang yang dimiliki HS berasal dari Mbah Be. Tanpa pikir panjang, tim buser Polresta bergerak memburu pria yang berprofesi sebagai pedagang sembako tersebut.

Setelah cukup bukti, polisi menyergap pelaku. Selain lembaran Dolar palsu, polisi menemukan kotak penyimpan lembaran Dolar palsu. Kotak berbahan triplekitu dibentuk agak unik. Sekelilingnya dilubangi berukuran kecil.

“Lubang ini diklaim untuk mengatur suhu udara, sehingga lembaran Dolar bisa awet,” terang Kapolresta. Kepada penyidik, pelaku berdalih tak mematok harga Dolar yang diedarkan. Modusnya, pelaku hanya menyediakan. Ada kurir yang bertugas mengambil.

Biasanya, pelaku mendapatkan setoran Rp 5 juta hingga Rp 10 juta dalam setiap transaksi. Kini, lanjut Kapolresta, pihaknya terus mengembangkan kasus ini. Sejak terbongkar, polisi sudah mengamankan 12 tersangka. Perannya beragam. Mulai kurir, pengedar hingga pemilik master key pembuat Dolar palsu.

Total Dolar palsu yang diamankan senilai Rp 4,5 triliun. Selain Dolar AS, diamankan juga sejumlah mata uang asing palsu. Mulai Euro, Dolar Singapura hingga Yuan China. (wir)