Banyuwangi,  (bisnissurabaya.com) – Persoalan tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Banyuwangi tampaknya mulai menemui titik terang. Terbaru, Pemkab Banyuwangi berancang-ancang akan menggelar rekrutmen ulang THL.

Terkait ini, Komisi I DPRD Banyuwangi meminta rekrutmen digelar terbuka. Tujuannya, menghindari kegaduhan. Rencana rekrutmen ulang THL terungkap dalam rapat kerja (raker) Komisi I bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Senin (22/3) siang.

“Kami mendukung jika ada rekrutmen ulang THL, syaratnya harus terbuka. Dan, 331 THL yang diberhentikan bisa mendapatkan prioritas,” kata Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Irianto usai raker. Meski mendapatkan prioritas, rekrutmen THL harus tetap mengedapankan aturan dan standar baku.

Sehingga, personel yang terpilih sesuai dengan kebutuhan dan standar kompetensi. Ditambahkan, 331 THL yang sempat diberhentikan, nantinya akan diberikan pelatihan sebelum rekrutmen ulang. Harapannya, bisa mendapatkan nilai yang baik ketika ikut tes ulang.

“Jika sudah mendapatkan pelatihan, tapi nilainya masih jeblok. Berarti, tidak layak dipertahankan,” imbuhnya. Pihaknya mendesak Pemkab, sebelum bulan puasa, persoalan THL harus sudah rampung.

Dan, sebelum pengumuman rekrutmen ulang, DPRD mendapatkan tembusan dari Pemkab. “Kami akan terus kawal persoalan THL ini,” pungkasnya. Terpisah, Kepala BKD Banyuwangi Nafiul Huda mengatakan pihaknya akan segera mengajukan permohonan rekrutmen sebanyak 375 THL.

Proses rekrutmen menggunakan satu pintu, lewat Sekda. Dari jumlah ini, kata dia, sebanyak 2 persen diprioritaskan bagi penyandang disabilitas. Sisanya, 331 THL yang terkena rasionalisasi. “ Formasi masih kita godok. Yang jelas, ada untuk RSUD, Dinas Kesehatan dan Satpol PP.

Proses rekrutmen tetap dengan tes dan wawancara,” tegas pejabat yang akrab dipanggil Huda ini. Pihaknya juga akan mendahului dengan diklat bagi 331 THL yang akan direkrutmen ulang.  Sebab, dari jumlah itu, banyak yang nilainya jeblok ketika tes, belum lama ini.

“Kalau nanti nilainya tetap jeblok, ya sudah. Berarti, memang tidak bisa dipertahankan,” pungkasnya. (wir)