Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Menanggapi perusakan bangunan cagar budaya Kalisosok, Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, Khusnul Khotimah, prihatin atas kejadian tersebut. Ia berharap, Dinas Pariwisata Kota Surabaya, segera mengusut tuntas kasus ini. Karena penjara Kalisosok ini merupakan bangunan cagar budaya tipe A, yang dilindungi UU, dan terdapat sanksi denda bagi oknum yang sengaja merusak.

Surabaya memang dikenal dengan Kota Pahwalan. Banyak bangunan cagar budaya yang bisa ditemui di kota ini. Namun sayang, beberapa bangunan cagar budaya ini banyak yang tidak terawat. Bahkan, dirusak orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Seperti yang terjadi di penjara Kalisosok, yang merupakan bangunan cagar budaya tipe A. Bangunan bersejarah ini dirusak oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Kusnul Khotimah, prihatin dengan kasus ini. Ia berharap, agar Pemerintah Kota/Pemkot Surabaya mengusut tuntas kasus ini. Karena barang siapa yang merusak cagar budaya bisa dikenakan pidana.

Sesuai UU cagar budaya nomor 11/2010 pasal 66 sudah dijelaskan, semua orang dilarang merusak serta mencuri bangunan cagar budaya. Baik seluruh bangunan maupun bagian dari kesatuan kelompok dan atau dari letak asal. “Siapa saja merusak bangunan bersejarah ini, bisa dikenakan pidana 1 tahun hingga 15 tahun dan denda antara Rp 500 juta hingga Rp 5 miliar,” kata Khusnul Khotimah, di Surabaya Jumat (19/3).

Untuk menjaga kelestarian cagar budaya di Surabaya, Khusnul, mendorong Pemkot Surabaya melakukan revisi perda tentang pelestarian cagar budaya nomor 5/2005 yang dianggap sudah terlalu lama, agar segera disesuaikan dengan UU cagar budaya terbaru. Yaitu, UU nomor 11/2010. (stady/stv)