Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Satu lagi kreasi anak bangsa tembus pasar ekspor. Kali ini, menyasar pertanian di Malaysia. Produknya, cairan reduktan herbisida yang mampu mengurangi penggunaan pestisida. Sebanyak 20.000 liter reduktan herbisida dikirim ke negeri Jiran dari pabriknya di Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, Rabu (17/3) sore.

Produk ini seluruhnya murni dibuat di Banyuwangi. Bahannya, organik.
Reduktan herbisida adalah cairan untuk mematikan hama rumput. Selama ini, produk tersebut digandrungi perkebunan sawit di Sumatera dan Kalimantan. 2019 kita mendapatkan kontrak dari perkebunan Kerajaan Malaysia.

Karena pandemi, tahun 2020, produk ini baru bisa kami kirim bulan ini,” kata Kukuh Rekso Putra Hardiyono, CEO PT Pandawa Agri Niaga, produsen reduktan tersebut. Pria asli Banyuwangi ini menuturkan, produk miliknya adalah hasil kreasi anak negeri. Berawal dari hasil uji inovasi anak-anak lulusan IPB. “Produk ini awalnya menjawab kebutuhan petani. Akhirnya, kami produksi massa,” tegasnya.

Kukuh mengklaim, produk ini lebih irit. Namun, ikut menyuburkan tanaman. Hebatnya lagi mampu mengurangi tumpukan residu di tanah. Sehingga, mendukung pertanian berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan reduktan buatannya bisa menghemat hingga 50 persen penggunaan pestisida.

Produk ini diklaim yang pertama di Indonesia. Pihaknya mentargetkan bisa memproduksi hingga 2 juta liter reduktan per tahun untuk kebutuhan nasional. Harapannya, ikut mengurangi penggunaan pestisida hingga 1 juta liter. Jika ini terjadi, kata dia, residu pestisida bisa terkurangi.

Dampaknya, kesuburan tanah terus terjaga dan ramah lingkungan.
Kukuh menambahkan, jika ekspor pertama ini berhasil, pihaknya sudah mendapatkan kontrak lanjutan sebanyak 100.000 liter. Apalagi, di Malaysia, sudah ada aturan pengurangan pestisida.

Sehingga, cairan reduktan akan banyak dibutuhkan di negara tersebut. Kenapa memilih Banyuwangi sebagai pusat produksi ? Menurut Kukuh, dari seluruh bahan yang dipakai untuk pembuatan reduktan, seluruhnya bisa didapatkan dengan mudah di daerah ini.

Selain itu, ingin mengangkat nama Banyuwangi di kancah nasional. Kami berharap, reduktan herbisida ini bisa menjadi ikon nasional yang datang dari Banyuwangi, tegasnya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, menyambut, baik ekspor reduktan herbisida dari Banyuwangi ini. Apalagi, produk ini bisa menjadi ikon kota Gandrung. “Kami senang, anak-anak muda bisa kreatif di masa pandemi. Ini bisa diikuti perusahaan lain di Banyuwangi agar bisa berinovasi,” ujarnya. (wir)