Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polemik PHK massal 331 tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Banyuwangi terus bergulir. Mantan Ketua DPRD Banyuwangi periode 2005-2010, Ahmad Wahyudi, meminta Bupati Banyuwangi segera meredam gejolak tersebut. Dan, mengambil kebijakan yang meneduhkan. Salah satunya, merangkul para THL yang terkena PHK. Lalu, diajak duduk bersama.

“Saya tidak mau dari sudut hukum terkait pemberhentian THL. Hanya, mendorong Bupati yang baru dilantik bisa melahirkan kebaikan dan kearifan di Banyuwangi. Saya mengusulkan, ajak duduk para THL dan berdialog, layaknya orang tua ke anak,” kata Wahyudi usai bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa (16/3) pagi.

Penasehat Yayasan Bantuan Hukum Kawah Ijen Banyuwangi itu berharap Bupati Ipuk bisa peka dengan polemik pemberhentian THL. Sehingga, tidak terus berpolemik di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya menyarankan Bupati memanggil para THL yang terkena pemberhentian.

Kemudian, dicarikan solusi yang melahirkan kebaikan. Mereka segera saja diundang, hari ini (Selasa-red), jangan ditunda lagi. Nanti, dirumuskan, apa masalahnya dengan THL dan apa kesulitannya. Jadi, biar jelas dengan tanpa melanggar hukum, tegas mantan politisi PKB tersebut.

Pihaknya juga mendesak Bupati bisa bertemu langsung dengan THL. Tanpa diwakilkan. Sehingga, akan muncul kebijakan terbaik, tanpa melanggar hukum. Pihaknya khawatir, Bupati yang baru dilantik justru dituding tak mendengar suara rakyat. Kami yakin, Bupati akan peka dengan masalah ini. Nanti sore (Selasa-red), THL akan diajak ketemu, tegas pengacara senior Banyuwangi ini. Ke depan, pihaknya berbaharap persoalan THL bisa dicarikan solusi dengan perencanaan ulang. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 331 THL di lingkungan Pemkab Banyuwangi diberhentikan. “Versi Pemkab, rasionalisasi ini karena terganjal anggaran. Rasionalisasi memang buah simalakama,” kata Bupati Ipuk, belum lama ini. (wir)