Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Komisi IV DPRD menggelar sidak jalan di Jalan Raya Gendoh, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, Selasa (16/3) siang. Hasilnya, wakil rakyat Kota Gandrung ini mendapati parahnya kerusakan jalan. Yang mengagetkan, kerusakan ini salah satunya akibat dilalui angkutan truk galian C. Masyarakat mengeluh dengan kondisi ini.

Ketua Komisi IV DPRD Banyuwangi, Fiky Septalinda, mengatakan pihaknya turun ke lokasi setelah mendapatkan banyak keluhan. Menurutnya, jalan yang rusak sangat merugikan masyarakat. Dan, rawan memicu kecelakaan. “Ini sangat parah rusaknya. Yang membuat miris, jalur ini dilalui armada truk galian C.
Sehingga, membuat kondisi aspal cepat rusak,” kata politisi PDIP ini disela sidak.

Sekretaris DPC PDIP Banyuwangi ini menambahkan, tahun ini, jalan yang rusak parah tersebut akan mendapatkan perbaikan. Karena itu, pihaknya ingin memastikan kualitas aspal yang akan digunakan.

Jangan sampai nanti mubazir. Setelah diaspal, jalannya rusak lagi. Makannya, kita survei, tegasnya. Hasil sidak, lanjut Ficky, akan dijadikan bahan rapat kerja bersama satuan kerja terkait. Sehingga, aspal yang akan digunakan memperbaiki jalan rusak sesuai dengan kondisi lapangan.

Pihaknya berharap, perbaikan jalan bisa berumur lama. Sehingga, manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. Dan, membuat nyaman pengguna jalan.
Sementara itu, Kades Gendoh Didik Darmadi, mengatakan, pihaknya sudah lama mendapatkan keluhan terkait jalan rusak. Sebab, jalan tersebut menjadi akses utama warga, mengubungkan antar desa dan kecamatan. Terkait armada galian C yang melintas, Didik mengaku, sudah pernah melakukan teguran. Namun, belum mendapatkan aksi nyata. Kita sempat membenahi sendiri jalan yang rusak. Dengan harapan, pengelola tambang bisa ikut membantu, tegasnya. Kerusakan jalan itu makin parah ketika musim hujan. Aliran air membuat aspal makin mengelupas. Apalagi, dilalui armada truk pengangkut material.

Sedikitnya, lima lokasi galian C yang armadanya melintasi jalan rusak tersebut. Satu galian berada di desa setempat, sisanya emoat titik di desa tetangga. Kerusakan paling parah ada lima titik. Kalau hujan, kondisi makin memprihatinkan, imbuhnya. Pihaknya berharap perbaikan jalan ini bisa segera selesai. Lalu, kualitasnya bisa tahan lama. (wir)