Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama, Jawa Timur/Jatim, mengeluarkan 5 poin keputusan tentang vaksinasi Covid-19. Keputusan ini dikeluarkan karena adanya sejumlah hoaks dan perdebatan diantara ulama Jatim.

Banyaknya berita hoaks yang beredar saat ini bahwa vaksin itu tidak perlu diikuti dan juga banyak yang mengatakan tidak halal, mengakibatkan kesimpang-siuran informasi yang diperoleh masyarakat. Karena itu, PWNU Jatim mengkaji secara hukum Islam. Khatib Syuriah PWNU Jatim, KH Safruddin Syarif, mengatakan, setelah dibahas dalam Bahtsul Masail PWNU Jatim, maka dikeluarkanlah 5 poin keputusan yang intinya semua jenis vaksin, baik sinovac maupun lainnya yang mungkin akan datang ke Indonesia, dari proses pembuatannya, dan akhir dari proses pembuatannya itu suci dan tidak najis.
Sementara itu, 5 poin keputusan Lembaga Bahtsul Masail Syuriah PWNU Jatim terkait vaksin Covid-19 diantaranya, pertama, Ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi Penyakit adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia. Kedua, perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh Pemerintah, maka mengokohkan hukum wajib tersebut, Sehingga tidak mentaati pemerintah dalam kebijakannya adalah dilarang atau Haram. Ketiga, Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran Covid-19 merupakan upaya paling efektif, Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

Keempat, Jenis vaksin yang telah direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah suci. Sebab pada produk akhirnya tidak mengandung unsur najis sama sekali, Sebagaimana astra zeneca, sinovac dan lain-lain. Kelima, dalam program vaksinasi ini, supaya pemerintah mulai pusat sampai yang paling bawah menyelenggarakan dengan sepenuh hati, jujur dan bertanggung jawab. (agung/stv)