Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Sebanyak 130 ulama dan tokoh NU melakukan vaksinasi tahap kedua di Rumah Sakit Islam/RSI A Yani Surabaya. Vaksinasi tahap kedua ini dibagi dua gelombang karena para masyakhih ada yang berusia lanjut dan dibawah 60 tahun. Bagi usianya 60 tahun keatas, vaksinasi dijadwalkan 24 Maret mendatang.

Sekitar 130 ulama dan tokoh NU Jawa Timur/Jatim, melakukan vaksinasi tahap kedua di RSI A Yani Surabaya, setelah vaksinasi tahap pertama dilakukan di kantor PW NU Jatim pada 23 Februari lalu.

Vaksinasi tahap kedua ini, ulama dan tokoh NU, lebih memilih divaksin di RSI A Yani. Selain karena fasilitasnya yang memadai, juga pelayanannya termasuk para dokter sangat pengalaman dan profesional.

Ketua PW NU Jatim, KH Marzuki Mustamar, mengatakan, dalam vaksin kedua ini mengajak masyarakat dan seluruh warga nahdliyyin untuk divaksin atau berobat di RSI A Yani Surabaya.

Selain itu, pengasuh pondok pesantren, Sabilur Rosyad ini, menegaskan, bahwa vaksin sinovac telah dinyatakan halal dan aman. Sehingga, masyarakat tidak perlu khawatir untuk ikut menyukseskan program vaksinasi Pemerintah.

Sementara itu, Direktur Utama/Dirut RSI A Yani, dr Dodo Anondo, membagi vaksinasi ulama NU menjadi dua gelombang, lantaran data kyai yang masuk, ada kategori lansia dan kategori usia produktif. Bagi yang usia dibawah 60 tahun, divaksin gelombang pertama dan usia yang diatas 60 tahun akan divaksin pada gelombang kedua 24 Maret mendatang.

Untuk gelombang pertama, pada tahap dua, diikuti sekitar 90 ulama dan tokoh dari PW NU Jatim. Untuk menghindar dari lonjakan peserta vaksin, RSI A Yani membagikan dua lokasi untuk vaksinasi. Yakni, di lantai satu dan lantai ground.

Dokter Dodo, menambahkan, total keseluruhan ulama dan tokoh NU sekitar 130 orang. Sehingga, pihaknya telah menyiapkan 13 vial vaksin Sinovac untuk para kyai NU yang menjalani vaksinasi di RSI Ahmad Yani. (irwanda/stv)