Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi membongkar bisnis prostitusi online thrresome yang melibatkan korban anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar. Dalam menjalankan bisnis onlinenya, pelaku yang juga pemilik akun selalu memberi uang jasa kepada korban sebesar Rp 300.000 untuk sekali transaksi di sejumlah hotel di kawasan Sidoarjo.

Keterlibatan pelajar atau anak dibawah umur dalam bisnis prostitusi online di sejumlah kota besar di Jawa Timur/Jatim masih menjadi target utama para pelaku kejahatan yang memanfaatkan mereka untuk diperdagangkan pada lelaki hidung belang. Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jawa Timur kembali membongkar bisnis prostitusi online yang menyediakan jasa threesome dengan seorang pelajar.

Tersangka BD (39) warga Pasuruan Jatim yang memperdagangkan korbannya seorang pelajar untuk melayani jasa prostitusi threesome ini hanya bisa tertunduk malu saat dipamerkan pada awak media. Modusnya, tersangka yang mengenal korban sejak November 2020 menawarkan jasa prostitusi melalui media sosial dengan tarif Rp 300.000 untuk sekali threesome atau tukar pasangan di kamar hotel.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, sprei, telepon genggam dan uang tunai hasil transaksi prostitusi tukar pasangan atau threesome.

“Terbongkarnya prostitusi online tukar pasangan yang melibatkan seorang pelajar ini merupakan hasil dari patroli siber,” kata Wadir Reskrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendy, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Rabu (10/3) kemarin.

Faktor ekonomi, menjadi alasan korban mau diperdagangkan ke pria hidung belang yang menginginkan jasa prostitusi tukar pasangan yang dijalankan tersangka BD di hotel kawasan Jalan S Parman Sidoarjo. Pelaku selaku pemilik akun jasa prostitusi akan dikenakan UU RI Nomor 19/2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11/2008 tentang informasi dan transaksi elektronik dan atau Pasal 296 KUHP tentang memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman hukuman penjara paling lama 6 tahun atau denda paling banyak Rp 1 miliar. (feri/stv)