Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi membongkar sindikat peredaran narkotika jenis sabu-sabu dan pil ekstasi di Surabaya. Diduga, sindikat narkoba ini melibatkan beberapa oknum polisi sebagai pengaman.

Terungkapnya keterlibatan beberapa oknum polisi dalam peredaran narkotika ini berawal dari tertangkapnya, tersangka Ahmad Taufik, yang diduga sebagai pemasok sabu-sabu di daerah Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya. Diketahui, tersangka Ahmad Taufik, ini merupakan jaringan dari tersangka yang tertangkap di daerah Jambi dengan barang bukti sabu-sabu seberat delapan kilogram pada Januari lalu.

“Setelah dilakukan pengembangan, Ali Usman, yang merupakan anak buah dari tersangka Ahmad Taufik, beserta beberapa orang lainnya ditangkap,” kata Kasat Resnarkoba Polrestabes Surabaya,
AKBP Memo Ardian, di Surabaya Selasa (9/3).

Menurut dia, dari pengungkapan sindikat peredaran narkotika jaringan tersangka Ahmad Taufik dan Ali Usman ini, diamankan sejumlah barang bukti sabu-sabu sekitar 15 gram sisa penjualan, 42 butir pil ekstasi dan uang tunai Rp 198 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Petugas dari unit Satresnarkoba yang berkordinasi dengan Propam Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur/Jatim, dan Mabes Polri menangkap beberapa oknum polisi yang diduga sebagai backing atau penyokong dari sindikat jaringan tersebut.

Saat ini, sejumlah oknum polisi yang diduga sebagai penyokong, dilakukan pemeriksaan oleh propam. Oknum polisi yang terlibat dalam sindikat peredaran narkotika di wilayah Jatim ini berasal dari Polrestabes Surabaya dan Polsek Jajaran serta Polres lainnya. (farid/stv)