Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara, akhirnya buka suara terkait polemik rasionalisasi ratusan tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Banyuwangi. Politisi PDIP ini menegaskan sepakat dengan kebijakan rasionalisasi. Syaratnya, bukan dilakukan tahun ini. Sebab, momennya tidak pas di masa pandemi.

Menurut Made, secara aturan pihaknya mendukung dilakukan rasionalisasi THL. Namun, dengan tolak ukur yang jelas. Salah satunya, berdasarkan kebutuhan riil di masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

“Misalkan, kebutuhan riil hanya 15 orang. Jangan sampai mengangkat THL hingga 30 orang. Ini kan tidak sesuai dengan kebutuhan riil,” kata Made, usai paripurna internal pembahasan LKPJ Bupati tahun 2020, Rabu (10/3) sore.
Ditambahkan, selama ini, ukuran penerimaan THL tidak jelas ukurannya. Bahkan, masing-masing SKPD merekrut THL sendiri. Sehingga, terjadi pembengkakan. Kedepan, pihaknya sepakat jika ada rasionalisasi THL.

Namun, harus melalui analisis kebutuhan yang tepat. Lalu, rekrutmen THL dibuat satu pintu di bawah kendali Sekda. ” Jadi, akan ketahuan kebutuhan jumlah THL dan proses rekrutmennya jelas,” tegas Ketua DPC PDIP Banyuwangi ini. Khusus tahun ini, lanjut Made, pihaknya belum mendukung dilakukan rasionalisasi. Sebaliknya, momen ini menjadi ajang koordinasi untuk menentukan kepastian jumlah THL sesuai kebutuhan.

“Kami akan minta Komisi I untuk mendalami persoalan THL ini. Sehingga, ada jalan keluar yang terbaik,” tegasnya. Selain PDIP, Fraksi Golkar juga menolak rasionalisasi THL di Pemkab Banyuwangi. Alasannya, momen pemberhentian THL tidak sesuai kondisi ekonomi masyarakat. Bahkan, Golkar menilai pemberhentian THL tidak manusiawi.
Sebanyak 331 THL diberhentikan Pemkab Banyuwangi, Februari kemarin. Alasannya, untuk efisiensi pemborosan anggaran. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku rasionalisasi THL bagaikan buah simalakama. Satu sisi, kata Ipuk, pihaknya ingin melakukan efisiensi anggaran. Disisi lain, rasionalisasi mengurangi jumlah tenaga di Pemkab Banyuwangi. (wir)