Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Berawal dari kecelakaan yang menyebabkan patah tulang, seorang Ervando Suryanata menekuni bisnis cupang. Berangkat dengan modal Rp 1,2 juta, mahasiswa asal Banyuwangi ini berhasil meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan pada masa pandemi ini.

Ervando adalah pemilik usaha Surya Bettafish yang berada di Jl Kemuning, Kecamatan Glagah Banyuwangi. Saat kecelakaan pada pertengahan 2017, mahasiswa ini masih menempuh studi di Malang ini sempat berpikir untuk tidak mungkin bekerja kantoran.

“Lalu datang adik kelas menjenguk dan bercerita kalau berhasil jual ikan cupang senilai Rp 800.000. Saya kaget. Ditambah penasaran karena dulu kalau piara ikan cupang empat hari saja mati, ini kok malah ada yang jual dengan harga tinggi. Saya lalu berpikir ikut jualan juga,” ceritanya kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, yang mengunjungi tokonya pada Sabtu (6/3).

Ervando, mencoba memelihara dua ekor cupang dan ternyata berhasil hidup hingga satu bulan. Berbekal ini, dia lalu beli ikan mungil ini secara partai di Medan senilai Rp 1,2 juta. Ikan tersebut dipelihara di tempat kosnya, dan dijual secara online.

Tanpa sepengetahuan orangtua, usahanya terus berkembang. Kamar kosnya berubah menjadi tempat display ikan hingga penuh sesak. Uang hasil penjualan dia putar terus untuk mengembangkan usahanya.

“Sambil berjualan itu saya belajar beternak cupang. Awalnya breeding sering gagal. Sempat bertelur banyak, lalu banyak yang mati, tinggal dua yang bertahan. Tapi karena sudah nekat, saya terus belajar,” kata Ervando.

Saat pandemi tiba dan mengharuskan kuliah daring, Ervando, memboyong dagangannya ke Banyuwangi. Di rumah orang tuanya, usahanya justru berkembang. “Awalnya dulu orang tua sempat pesan kalau pelihara ikan cupang jangan sampai lebih dari 10. Ternyata saya malah jualan cupang. Akhirnya, orang tua justru memberi ruang untuk membuka toko di rumah,” ujarnya.

Di Banyuwangi, budidaya cupang yang dilakukan Ervando berkembang. Tidak hanya melakukan pembesaran dan perkawinan ikan, namun juga mulai menjual pakan juga perlengkapan memelihara ikan yang memiliki nama latin betta splendes ini.

“Mereka yang beli ikan cupang di sini juga saya ajarkan bagaimana memelihara ikan cupang yang benar. Misalnya mediumnya disarankan menggunakan medium air sumur, lebih baik lagi rendaman air daun ketapang. Kalau paka air PAM, warnanya cepat pudar,” terang ervando kepada Ipuk.

Pesanan datang dari Jakarta, Bandung, Riau, Samarinda, Pontianak, dan kota besar lain di Pulau Jawa. Ervando mengaku sebagai spesialis menjual cupang koi. Di tokonya kita bisa menemui jenis nemo, juga jenis halfmoon double tale.

“Namun tetap yang paling banyak pembeli dari Banyuwangi sendiri. Banyak penjual ikan yang beli partai. Profesinya juga macam-macam, mulai anak hingga kolektor cupang,” ujarnya.

Berkembangnya usaha Ervando ini diiringi dengan peningkatan omset. Pada pertengahan tahun lalu, dia bahkan menerima pesanan hingga senilai Rp 30 juta – Rp 40 juta per bulannya. Kini, sebulan rata-rata Rp Rp 10 juta – Rp 15 juta.

“Mungkin karena pandemi orang banyak di rumah, ditambah cupang sedang booming, saya bisa menikmati hasil yang tidak pernah saya  pikir sebesar ini,” ucapnya. Pendapatan besar yang dia dapatkan digunakan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dia.

Ervando kini bisa membayar sendiri biaya kos dan kuliah. Uang yang dia dapatkan digunakan juga untuk mengembangkan usahanya. “Dan yang paling menyenangkan, saya bisa bersedekah lebih banyak,” ucapnya.

Ipuk, mengaku bangga dengan apa yang dilakukan ervando. Bagi dia, sosok ervando adalah contoh anak muda yang gigih dan mampu menjadikan masalah tidak sebagai penghalang, namun justru jeli melihat peluang lain.

“Kita bisa lihat bagamana kecelakaan justru menjadi titik balik dia untuk memulai usaha,” ujarnya. Ipuk, menjelaskan, bahwa salah satu program pemkab ke depan adalah mendorong anak-anak muda untuk berani membuka peluang bisnis lewat program inkubator bagi pengusaha muda.

“Tidak menutup kemungkinan, Ervando akan kami libatkan di program tersebut sebagai motivator bagi yang lain. Ervando bisa jadi inspirasi bagi anak muda untuk berani memulai usaha,” ujarnya. Ervando pun berharap kepada Ipuk, agar pemkab bisa menggelar pameran ikan cupang dengan melibatkan puluhan breeeder yang tersebar di Banyuwangi.

“Akan keren bila pemkab memfaislitasi kami berpameran bareng. Kami bisa saling sharing, penjual luar kota juga pasti akan tertarik bila semua breeder kumpul,” tutupnya. (wir)