Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Badan Narkotika Nasional Provinsi/BNNP Jawa Timur/Jatim menggagalkan peredaran bisnis haram narkotika di provinsi ini. Sebanyak empat kilogram lebih ganja, dan 301 butir pil extacy dimusnahkan dalam penggagalan kali ini.

BNNP Jatim, memusnahkan barang bukti yang diperoleh dari sejumlah tersangka. Sejumlah barang bukti yang dimusnahkan berupa ganja yang disita dari 3 tersangka berinisial TRS, AM dan MC. Barang bukti itu terkumpul dari 3 tempat kejadian perkara yang berbeda yang terdiri dari pil extacy 301 butir, dan ganja seberat 4 ribu102 gram.

Barang bukti ganja ini diperoleh usai mengungkap kasus pada Desember 2020 lalu di halaman salah satu kantor ekspedisi pengiriman barang yang ada di Surabaya. Saat itu, petugas BNNP Jatim membekuk seorang tersangka berinisial TRS yang diduga telah mengirimkan ganja yang dikirimkan melalui pengiriman paket,” kata Kabid Pemberantasan BNNP Jatim, Kombes Pol Monang Sidabukke, di Surabaya Senin (6/3).

Setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeledahan badan, ditemukan lagi ganja seberat 1.737 gram yang dibungkus dalam 1 kardus warna coklat atas nama pengirim AEP yang beralamat di tebing tinggi, Sumatera Utara.

Belum selesai sampai disini, kasus itu pun dikembangkan. Dalam pengembangan, petugas BNNP Jatim mendapati, ada target lain dengan inisial AM di salah satu kantor ekspedisi pengiriman barang yang berada di kawasan Sidoarjo. Usai digeledah di kediamannya, ditemukan 1 paketan kardus berisi 2 bungkus ganja dengan berat sekitar 2 kilogram. Tersangka AM mengakui disuruh temannya, inisial MC untuk mengambil kiriman paket yang sudah diketahuinya berisi ganja. Ketika dikembangkan lagi, petugas dapat meringkus tersangka MC dan mengakui telah menyuruh AM untuk mengambil kiriman paket dari Medan yang berisi ganja. Saat digeledah di rumahnya ditemukan 6 bungkus ganja siap edar.
(agung/stv)