Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Persoalan rasionalsiasi tenaga harian lepas (THL) di Pemkab Banyuwangi sepertinya masih berlanjut. Saat rapat kerja dengan Dinas Kesehatan (Dinkes), Senin (8/3) siang, Komisi I DPRD Banyuwangi disambati kurangnya tenaga medis akibat pemberhentian ratusan THL.

Mirisnya, kekurangan THL tersebut terjadi satuan kerja layanan kesehatan. Salah satunya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi Iriyanto, mengatakan pihaknya mendapati sejumlah hal krusial saat raker bersama Dinkes. Salah satunya, kurangnya THL pada pelayanan medis.

“Ada RSUD yang kurang tenaga medis hingga 50 orang, dampak dari rasionalisasi. Padahal, ini untuk pelayanan,” kata politisi PDIP ini usai memimpin raker. Selain RSUD, kata Iriyanto, beberapa satker pada Dinkes juga kekurangan tenaga.

Sehingga, berdampak pada pelayanan. Terkait kondisi ini, pihaknya akan memanggil jajaran Dinkes dan manajemen RSUD untuk mencari solusi terkait kekurangan tenaga tersebut. Pihaknya berharap, rasionalisasi THL tidak berdampak pada layanan ke masyarakat.

Apalagi, akibat rasionalisasi THL, beberapa kinerja Dinkes tak sampai terlaksana hingga 100 persen. “ Ini karena banyak THL yang dirasionalisasi,” tegasnya. Disisi lain, pihaknya mengapresiasi sejumlah kinerja Dinkes yang berhasil hingga 100 persen.

Selain Dinkes dan RSUD, raker mengundang Dinas Sosial (Dinsos). Pihaknya menyoroti angka kemiskinan Banyuwangi tembus diangka 8 persen. “Versi Dinsos, data kemiskinan itu dari BPS. Karena itu, kami minta disinkronkan dengan data di lapangan yang dimiliki eksekutif,” tegasnya.

Raker kali ini adalah lanjutan dari penyampaian nota Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati tahun 2020. Menurut Iriyanto, raker untuk melihat hasil kinerja masing-masing satker di Pemkab. Selanjutnya, menjadi bahan DPRD memberikan rekomendasi dan penilaian dari LPKJ.

Sebelumnya, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan rasionalisasi 331 THL merupakan buah simalakama bagi Pemkab. Menurutnya, rasionalisasi bertujuan melakukan efesiensi anggaran. Sebab, selama ini, beban untuk gaji THL di Banyuwangi sangat besar. Sehingga, dilakukan rasionalisasi. (wir)