Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Tersangka kasus penusukan, di tahanan Mapolsek Sukolilo Surabaya, menjalani masa hukuman dengan aktif mengajar ngaji dan sholat pada tahanan lainnya. Ia memutuskan, untuk menebus perbuatannya dengan berbuat baik mendekatkan diri kepada Tuhan YME.

Selalu ada hikmah dibalik musibah. Itulah yang diperlihatkan oleh Aminuddin 55 tahun, tersangka kasus penusukan pada selingkuhan istrinya yang kini masih meringkuk di tahanan Mapolsek Sukolilo Surabaya.

Aminudin, kini banyak menghabiskan waktunya dibalik jeruji tersebut, sebagai guru ngaji. Tersangka Aminudin, memilih menjalani dengan ikhlas dan mendekatkan diri pada illahi. Kemampuannya mengaji kemudian disalurkan di rumah tahanan Mapolsek Sukolilo Surabaya. Puluhan tahanan lainnya tergerak menjadi santri amanudin yang pelan – pelan membawa virus positif bagi mereka. Tak ada motivasi lain, ia hanya ingin mengajak menuju kebaikan.

Namun, tak serta merta ia dengan mudah menularkan ilmunya. “Kondisi penjara membuat para tahanan terkadang masih labil. Saat awal dulu, seringkali santrinya sehari mengaji sehari absen,” kata Aminudin, di Surabaya Jumat (5/3).

Sebelum peristiwa pidana itu terjadi, ia yang sudah pernah bekerja sebagai pegawai bumn dan membantu perusahaan ayam potong milik keponakannya, ternyata juga dipercaya sebagai marbot masjid di jalan Nginden Surabaya.

Santri Amanudin, ada yang masih belajar iqra’ dari nol. Ada pula yang sudah bisa baca al quran dan khatam dua kali. Sementara, Aminudin, sendiri dalam dua bulan sudah khatam hampir delapan kali. (irwanda/stv)