Banyuwangi, (bisnisaurabaya.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, meminta Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang baru dilantik tancap gas. Salah satunya, menyiapkan 25 proyek strategis di lingkar Taman Wisata Alam Ijen. Mega proyek itu diharapkan mendongkrak aktivitas pariwisata di Banyuwangi dan sekitarnya.

Menurut dia , 25 proyek tersebut kebanyakan infrastruktur yang mendukung pengembangan kawasan wisata Kawah Ijen. Ada yang ditangani swasta dan APBN. Selama ini,kata Gubernur, wisata Kawah Ijen menjadi primadona wisatawan. Dan, pintu masuknya paling banyak dari Banyuwangi. “Bupati yang baru dilantik kami minta segera bergerak untuk menyambut 25 proyek strategis lingkar Ijen. Ini akan menjadi pengungkit ekonomi di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya,” kata Gubernur disela Paripurna Penyerahan Jabatan Bupati Banyuwangi di DPRD Banyuwangi, Selasa (2/3) malam.

Khofifah berharap, Bupati Ipuk, bersama wakilnya segera menangkap proyek lingkar Ijen tersebut. Pihaknya juga meminta pariwisata di Banyuwangi bisa menerapkan digitalisasi. Misalnya, pembayaran cashless dan dukungan digitalisasi UMKM.
Selain proyek infrastruktur, Gubernur meminta Bupati menaikkan Indeks Pembangunan Manusia/IPM Banyuwangi yang masih dibawah provinsi Jatim. IPM Banyuwangi tahun 2020 di angka 70,68, sedangkan Jatim diposisi 71,50. “Harus kerja keras untuk meningkatkan IPM,” pungkas gubernur.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, mengatakan akan segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk jemput bola terkait proyek lingkar Ijen. “Kita akan koordinasi dengan pemerintah pusat. Itu akan jadi program jangka panjang kita,” kata Ipuk.

Pihaknya berjanji akan terus mengawal program infrastruktur Lingkar Ijen, sehingga tidak lenyap. “Untuk digitalisasi UMKM, kita akan libatkan generasi muda. Ini jadi program 100 hari kami,” tegas Ipuk.

Dalam pidato perdana di hadapan DPRD Banyuwangi, Bupati Ipuk, menguraikan sejumlah program unggulan. Salah satunya, mencetak 1.000 pengusaha baru. Dan, percepatan pembangunan di desa melalui dana desa dan alokasi dana desa. Diawal tahun, pihaknya sudah mengelontorkan dana ke desa sebesar Rp 47,9 miliar. “Sudah ada anggaran Rp 413 miliar yang siap digelontor ke desa,” tegasnya. (wir)