Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pengungkapan peredaran Dolar palsu terus bergulir. Terbaru, Polresta Banyuwangi menangkap pemilik cetakan Dolar palsu yang produknya berhasil dibongkar sebelumnya. Cetakan itu diamankan dari pelaku SW, di sebuah kota di luar Jawa Timur. Pelaku digiring ke Mapolresta Banyuwangi, Rabu (3/3) siang.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin menjelaskan, pelaku SW diamankan tim Buser Polresta, 1 Maret kemarin. “Berawal dari penangkapan 10 pelaku pengedar Dolar dan Euro palsu. Akhirnya, kita berhasil membongkar pemilik cetakannya,” kata Kapolresta didampingi Kasat Reskrim AKP Mustijat Priambodo.

Menurut Kapolresta, pihaknya harus melakukan penyelidikan panjang sebelum mengungkap keberadaan pelaku. Alhasil, pelaku dibekuk tanpa perlawanan. Cetakan atau master key Dolar yang disita terbilang canggih. Hasil cetakannya, berkualitas 90 persen.

“Ini hasil koordinasi dengan Konjen AS. Dolar yang dicetak kualitasnya 90 persen. Sudah ada legalitas dari petugas Konjen AS,” jelasnya. Legalitas itu, kata dia, akan dijadikan barang bukti penyidikan bahwa Dolar tersebut bukan asli alias palsu. Kapolresta menambahkan, pemilik cetakan itu adalah salah satu DPO yang ditetapkan penyidik.

Dengan tertangkapnya pria ini, jumlah tersangka bertambah menjadi 11 orang. Pemilik cetakan ini adalah otak dari peredaran uang asing palsu tersebut. Sebelumnya, polisi menangkap 10 orang pengedar dolar palsu dan Euro palsu.

Total nilainya mencapai Rp 4,3 triliun. Awalnya, polisi menangkap 5 tersangka yang akan mengedarkan Dolar palsu di salah satu hotel berbintang Banyuwangi.

Dari para pelaku diamankan 120 lembar dolar palsu. Dari kelimanya, polisi berhasil menggerebek lima pelaku lain secara terpisah. Kelimanya dibekuk di beberapa kabupaten di Jatim. Salah satunya, di Surabaya. Kini, polisi masih memburu kemungkinan pelaku lain yang terkait jaringan ini. (wir)