Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Ada nasehat yang patut disimak tentang manfaat asuransi. Salah satunya menyebutkan tidak ada dalam sejarah orang jatuh miskin karena beli asuransi. Begitu pula sebaliknya, karena tidak ikut asuransi ketika sakit menghabiskan uang banyak. Akibatnya yang bersangkutan jatuh miskin.

Nasehat itu dikemukakan Chief Business & Distribution AXA Mandiri, Theodores Tangke, ketika berbicara dalam webinar yang diselenggarakan Forus Jurnalis Ekonomi Bisnis Surabaya Senin (2/3) siang. Pembicara lainnya,Mulyanto Direktur Pengawasan LJK 2 dan Manajemen Strategis, Mulyanto, yang juga menjabat Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 2 dan Manajemen Strategis. Serta Kaprodi S1 Islamic Banking FEB Universitas Islam Malang (Unisma). Harun Al Rosyid.

Menurut Theo, kondisi yang demikian menunjukkan asuransi merupakan keharusan guna memproteksi keluarga.

“Prinsipnya, asuransi baik diikuti kalangan muda/milineal maupun seseorang yang akan memasuki masa pensiun. Bagi para pensiunan mungkin cocok mengikuti asuransi legasil/waris,” kata Theo.

Ia mengakui, claim asuransi di AXA Mandiri hingga akhir Desember 2020 mencapai Rp 4,8 triliun. Bila dibandingkan dengan claim asuransi 2019 sebesar Rp Rp 5,3 triliun.

“Ini menunjukkan claim asuransi terjadi penurunan. Salah satu penyebabnya adalah wabah pandemi yang berkepanjangan,” kilahnya.

Memasuki 2021, kata dia, dunia asuransi diprediksi akan terus membaik. Apalagi, pihaknya menawarkan program asuransi mikro yang dikhususkan untuk nasabah menengah bawah yang terdampak pandemi. Yakni, Rp 50.000 per tahun. Disamping itu, ada 35.000 tenaga medis yang dicover AXA Mandiri secara gratis hingga Rp 1 triliun.

Hal senada juga dikemukakan Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan Kantor Regional 4, Mulyanto. Ia menyebut, baik claim asuransi jiwa maupun asuransi umum selama 2020 mengalami penurunan bila dibandingkan tahun sebelumnya. (bw)