Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polresta Banyuwangi terus mengembangkan penyidikan peredaran Dolar AS palsu senilai Rp 2,8 miliar. Terbaru, penyidik mendapati barang bukti baru pecahan Euro palsu. Nilainya juga fantastis. Total Rp 1,7 triliun. Terdiri dari 100 lembar pecahan 1 juta Euro.

Temuan baru ini terungkap setelah penyidik mengembangkan pemeriksaan kepada sejumlah tersangka. “Euro palsu ini milik HW asal Surabaya, yang sudah kita tangkap sebelumnya,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, didampingi Kasat Reskrim AKP Mustijat Priambodo di Mapolresta Banyuwangi, Senin (1/3) siang.

Kapolresta menambahkan temuan barang bukti baru ini setelah penyidik mengorek keterangan para tersangka secara maraton. Pecahan Euro palsu itu tercetak tahun 1999 – 2000. Beredar di 15 negara dan hanya menjadi koleksi.

“Keasliannya akan kita cek ke Bank Indonesia,” lanjut Kapolresta. Selain pecahan Euro, penyidik mengamankan 100 lembar pecahan uang China berlabel Renmin Yinhang. Lembaran uang ini berbahan logam. Warnanya keemasan.

“Kita akan cek ke Konjen China untuk melihat keasliannya,” tegas Kapolresta. Barang bukti ini, kata dia, adalah kolekasi sebagai barang bukti. Kini, penyidik masih memburu pelaku lain yang terkait kasus ini. Terutama, pemasok uang palsu tersebut.

Jika ditotal barang bukti uang asing palsu yang diamankan mencapai Rp 5,3 triliun. “Kita masih kembangkan terus, dua kita tetapkan DPO,” tegasnya. (wir)