Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bantuan dana kematian untuk korban Covid-19 dari kementrian sosial sudah tidak ada lagi. Ada kesalahan administrasi saat program bantuan tersebut dijalankan. Hal ini disampaikan Mensos Tri Rismaharini, saat memberikan bantuan masker dan hand sanitezer untuk Pemkot Surabaya.

Ia menjelaskan, ada yang terlampaui dalam pembuatan kebijakan tersebut. Kebijakan yang dibuat sekitar bulan Juni tahun lalu, dibuat oleh Plt direktur di Kementerian Sosial. “Ini adalah kesalahan administrasi, karena seharusnya yang membuat adalah menteri,” kata Risma.

Selain itu, keberadaan dana bantuan kematian Covid -19 juga tidak mempertimbangkan berapa jumlah mereka yang meninggal. Kondisi ini mengakibatkan Kemensos kelabakan dalam pengelolaannya. Karena jumlah yang meninggal tidak bisa diprediksi, sehingga Kemensos kehabisan anggaran untuk dana kematian akibat Covid.

Saat ini, anggaran yang tersedia hanya untuk ratusan saja. Sementara yang meninggal di seluruh Indonesia melonjak hingga ribuan. Kondisi tersebut membuat Kemensos harus memutuskan untuk menghentikan program bantuan dana kematian akibat Covid. Risma, mengakui, jika sebenarnya anggaran untuk Kementrian yang ia pimpin besar. Namun, prosentase terbesarnya untuk bantuan Sosial dan tidak memungkinkan untuk dialihkan, karena sudah ditunggu oleh para pihak yang berhak sebagai penerima.

Selain itu, potongan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah terhadap semua Kementrian, juga membuat Kemensos tidak lagi punya dana cadangan untuk disalurkan sebagai dana bantuan kematian akibat Covid. Risma, juga sempat menyampaikan perhitungan untuk bantuan dana kematian Covid yang jumlahnya mencapai ratusan miliar rupiah. Selain tidak adanya dana bantuan kematian akibat Covid. Risma, menambahkan, dana bantuan untuk bencana alam juga turun. Mengingat, lokasi anggarannya hanya 9 miliar rupiah saja. Sementara, bencana yang terjadi beruntun.
(stady/stv)