Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Puluhan penghuni Apartemen East Coast Residence Surabaya melakukan aksi protes kepada pengelola, dengan menunda membayar iuran – iuran di masa pandemi Covid-19. Sempat terjadi ketegangan antara penghuni dan pengelola apartemen karena keinginan mereka untuk berdialog menemui jalan buntu. Gejolak warga ini juga terkait adanya kabar apartemen tersebut dijadikan isolasi mandiri pasien Covid- 19.

Ketegangan antara penghuni dan pengelola ini sempat terjadi di depan kantor Badan Pengelola Apartemen East Coast Residence di kawasan Perumahan Pakuwon City, Surabaya. Warga meminta kejelasan terkait permohonan penundaan pembayaran iuran penghuni apartemen selama terdampak pandemi Covid-19.

Puluhan warga ini  bergerak mewakili 190 penghuni apartemen east coast lainnya, yang menandatangani petisi permohonan penundaan pembayaran iuran, yang nilainya bervariasi antara  Rp 600.000 sampai Rp 1,5 juta per bulannya. Namun, sejak Juli 2020 tidak ada respon sama sekali terkait kejelasan permohonan mereka.

Penghuni Apartemen East Coast, Sukri, juga mempertanyakan keberadaan pengurus apartemen yang selama ini dinilai tidak pro aktif terhadap semua permasalahan warga. Bahkan, pengurus seperti menghilang, tak peduli dengan persoalan warga. Apalagi di masa pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada warga.

Selain itu, juga beredar kabar apartemen ini dijadikan isolasi mandiri pasien Covid- 19. ‘’Hal ini membuat warga resah,’’ kata Sukri, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Kamis (25/2) kemarin. Para penghuni Apartemen East Coast ini berharap, bisa bertemu dan berdialog dengan pengurus maupun pengelola secepatnya, untuk membahas permohonan penundaan iuran dan penerapan protokol kesehatan Covid-19.

Hingga saat ini pengurus maupun pengelola apartemen tidak bisa dihubungi untuk dikonfirmasi masalah ini. (stady/stv)