Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Polisi Banyuwangi mendapat tangkapan istimewa. Jaringan pengedar pecahan Dolar AS palsu berhasil dibongkar. Tak tanggung-tanggung, nilainya mencapai Rp 2,8 triliun lebih. Dari kasus ini, polisi mengamankan 10 orang sebagai tersangka.

Dua pelaku  dinyatakan buron. Terbongkarnya kasus ini berawal dari penyelidikan polisi. Awalnya, polisi mendapati transaksi penjualan pecahan dollar palsu senilai 120.000 dollar AS. Pelakunya, lima orang. Masing-masing, AW (55) asal Jember, HW (50) asal  Sidoarjo, BC (44) asal Kalimantan, NH (49), MTJ (57) dan NH (56), ketiganya asal Surabaya.

“Kelima pelaku disergap tim buser Polresta, Jumat, 5 Februari 2021 di parkiran sebuah hotel di Banyuwangi,”  kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin didampingi Kasat Reskrim AKP Mustijat Priambodo, di Banyuwangi Jum’at (26/2) sore.

Begitu tertangkap, kelima tersangka langsung bernyanyi. Mereka mengaku hanya mengedarkan. Barang bukti pecahan Dolar dipasok dari seseorang. Harganya Rp 75 juta. Tim buser Polresta kembali bergerak cepat. Hasilnya, lima pelaku lagi diamankan.

Masing-masing, CH (48) asal Tuloagung, AE (47) asal Kediri, ST (52) asal Jombang, NH (56) asal Surabaya dan  SH (58), asal Bandung, Jawa Barat. Para pelaku ditangkap bergiliran di rumah masing-masing. Dari kelimanya ditemukan barang bukti lembaran Dolar palsu yang lebih banyak.

“Ada Dolar palsu  pecahan Rp 100.000, ada juga dolar Hongkong dan ringgit palsu. Total barang bukti yang diamankan senilai lebih dari Rp 2 triliun, tapi palsu,” jelas Kapolresta. Pihaknya memastikan keaslian lembaran dolar tersebut setelah berkomunikasi dengan Konjen AS di Surabaya.

Kini, polisi memburu pembuat lembaran Dolar palsu tersebut. Sepintas, tumpukan uang itu nyaris mirip aslinya. Menurut Kapolresta, para pelaku merupakan jaringan lintas kota. Ini dibuktikan dengan transaksi jual beli dolar palsu tersebut yang mengarah hingga lima kabupaten di Jatim.

Sayangnya, pemasok utama lembaran Dolar palsu tersebut masih misterius. “Tim masih melakukan pengembangan. Masih DPO,” tegas mantan Kapolres Probolinggo tersebut. Selain pecahan dolar palsu, polisi mengamakan ratusan lembar rupiah palsu pecahan Rp 100.000.

Seluruhnya dikemas rapi, siap edar. Diamankan juga dua unit mobil, masing-masing Toyota Innova Reborn dan Daihatsu Xenia, serta ponsel. Para pelaku seluruhnya diamankan di Mapolresta Banyuwangi. Mereka dijerat dengan pasal 245 KUHP tentan tindak pidana menyimpan atau memasukkan mata uang dan uang kertas palsu ke Indonesia. (wir)