Gresik, (bisnissurabaya.com) – Sambut Hari Sampah Nasional, biasanya masyarakat peduli lingkungan dengan bersih-bersih dan membuang sampah pada tempatnya. Namun, di Gresik, sampah liar justru semakin marak dibuang di sembarang tempat.

Terkait maraknya sampah liar ini, Dinas Lingkungan Hidup Gresik, tidak bertanggung jawab. Pasalnya, selain minimnya armada, jarak, dan anggaran, DLH Gresik hanya mengangkut sampah di tempat pembuangan akhir atau TPA yang terdaftar.

Inilah salah satu sampah liar yang berada di Perbatasan Desa Lasem dan Wadeng, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur/Jatim.

Sampah ini, menempati lahan seluas satu hektar, milik Latief, warga Desa Wadeng. Lautan sampah ini menumpuk hingga meluber hampir ke jalan setapak perbatasan dua desa.

Sampah liar, ini sudah belasan tahun dan keberadaannya sangat mengganggu warga sekitar yang melintas.
Kepala Desa Wadeng, Imam Khoiri, mengatakan, sampah liar tersebut memang berada di wilayah desa setempat.

Pihaknya, sudah berkoordinasi dengan Latief, pemilik lahan yang juga mantan sekdes setempat. Imam Khoiri, mengklaim pemilik sudah memberikan izin untuk dijadikan tempat sampah di Desa Wadeng.

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, DLH Kabupaten Gresik, Moch Najikh, menegaskan, sampah liar di Gresik makin marak. Namun, DLH Gresik tidak bertanggung jawab dengan maraknya sampah liar.

Pasalnya, selain terbentur personel, armada pengangkut sampah dan anggaran, DLH Gresik tidak akan pernah mengangkut sampah liar. Alasannya, jangkuan jarak wilayah cakupan hanya 42 persen se-Kabupaten Gresik.

Namun, DLH Gresik menyarankan, pihak Kecamatan maupun Desa untuk berkoordinasi dengan petugas DLH, agar sampah liar bisa dibersihkan bersama-sama.

DLH kabupyaten Gresik, saat ini mencatat ada tujuh TPA liar yang terdeteksi di wilayah Kota. Namun, TPA liar yang belum terpantau masih banyak. Terkait sampah liar, pihaknya, saat ini sudah berkirim surat ke camat dan desa. Guna mengatasi persoalan sampah, pihaknya juga sudah mengajukan anggaran ke Pemerintah Kabupaten Gresik, untuk penambahan armada angkut sampah. (bashoir/stv)