Banyuwangi (bisnissurabaya.com) – Institut Agama Islam Darussalam/IAIDA Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi membuat gebrakan baru. Kampus di bawah Yayasan Pondok Pesantren Darusalam Blokagung ini bersiap ” go” nasional dengan menggandeng media. Targetnya, keberhasilan kampus bisa dikenal publik dengan cepat.

Rektor IAIDA Blokagung, Munib Syafaat, LC, MEI mengatakan, kampusnya selama ini berbasis pondok pesantren/ponpes. Sehingga, masyarakat umum cenderung melihatnya dari sudut agama.

Padahal, menurut dia, kampusnya terus berbenah membuat inovasi untuk kebutuhan publik. Ada tiga jurusan yang dibuka. Masing- masing, Dakwah dan Komunikasi, Tarbiyah dan Keguruan, Perbankan dan Ekonomi Syariah. “Jurusan yang kami buka, tidak melulu segi agama. Namun, menjawab kebutuhan publik dan tuntutan teknologi,” kata pria yang akrab dipanggil Gus Munib di Langgar Art, Banyuwangi, Kamis (25/2) siang.

Dicontohkan, Program Studi Penyiaran Islam lulusannya tidak semuanya menjadi pendakwah. “Ada lulusannya yang menjadi juru dakwah di media. Ini membuktikan kami bisa mencetak lulusan sesuai kebutuhan zaman, tidak melulu agama,” jelas anggota DPRD Banyuwangi ini.

Ia berharap, bisa bekerjasama dengan media untuk mempublikasikan kegiatan kampus. Sehingga, pemahaman masyarakat dengan pendidikan ponpes bisa berubah. “Minimal, masyarakat tahu, perkembangan teknologi di kampus kami,” jelasnya.

Media, kata dia, akan menjadi mitra untuk mengedukasi masyarakat tentang kegiatan positif kampus IAIDA. Sementara itu, pengurus Ponpes Darussalam, Blokagung, DR Kholik Syafaat, menegaskan, ponpes bisa terus berkembang jika bekerjasama dengan disiplin ilmu lainnya.

Salah satunya, kalangan media yang memiliki kemampuan dalam publikasi. “Kami dari ponpes akan bermitra dengan media yang saling menguntungkan,” tegasnya.

Menurut dia, santri di Ponpes Blokagung mencapai 6.000 lebih. Berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Khusus Kampus IAIDA, kata dia, memiliki jurusan yang ijazahnya diakui negara. “Ada program S1 dan diploma. Lulusannya, bisa diterima di berbagai instansi. Jurusan kami ada yang berafiliasi dengan Kemenag dan Kemendikbud,” imbuhnya.

Kehadiran Ponpes Blokagung, kata dia, diharapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat. Baik manfaat ekonomi dan lainnya. “Kehadiran kami sudah ikut mencerdaskan bangsa dan menyiapkan lulusan yang bisa bermanfaat bagi pembangunan,” lanjutnya. Sesuai tujuan ponpes, kata Gus Kholik, pihaknya ingin mencetak santri dengan kualitas keilmuan tinggi bidang agama, moral dan keahlian sesuai bidang masing- masing.

Sementara itu, Ketua PWI Banyuwangi, Syaifudin Mahmud, mengatakan kehadiran media sebagai salah satu mitra yang bisa diajak lembaga apapun. Menurut dia, kalangan media yang tergabung dalam PWI, sudah tersertifikasi kompetensi dari Dewan Pers. Sehingga, kredibilitasnya bisa dipertanggung jawabkan. “Berita-berita yang dibuat media yang sudah uji kompetensi bisa dipertanggung jawabkan. Kami siap bermitra untuk tujuan positif,” tegasnya. (wir)e