Banyuwangi, (bisnisbanyuwangi.com) – Pecinta bola di Banyuwangi patut bangga. Seleksi bakal calon pemain Tim Nasional (Timnas) Sepak Bola U-17 digelar di Lapangan Desa Sembulung Kecamatan Cluring Banyuwangi, Selasa (23/2) pagi.

Ajang ini satu-satunya yang digelar di kawasan Tapal Kuda (Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo). Para pemain bola remaja ini datang dari berbagai club di Banyuwangi. Ada juga yang datang dari Jember.

Seleksi dinaungi Akademi sepak bola Widodo Cahyono Putro (WCP), Sidoarjo. “Kita sengaja memilih Banyuwangi untuk seleksi. Alasannya, remaja Tapal Kuda, khususnya Banyuwangi dikenal petarung, banyak menyimpan bibit unggul bola,” kata Manajer WCP Bejo Sutoni.

Selama seleksi, ikut turun pelatih senior, Subangkit dan Gomes de Oliviera. Menurut Bejo Sutoni, para remaja yang diseleksi berumur 14 – 17 tahun. Mereka menjalani seleksi sesuai standar.

Penilaiannya, mulai dari postur tubuh hingga kemampuan memainkan si kulit bundar. Seleksi digelar dua hari, Selasa (23/2) dan Rabu (24/2). Total peserta yang mendaftar seleksi tembus 110 orang.

“Kami mencari yang terbaik, pemain belakang dan penjaga gawang. Syukur bisa dapat banyak. Sudah ada beberapa yang masuk kategori,” jelasnya. Mereka yang lolos seleksi akan menjalani pendidikan di asrama di Gresik, Juni mendatang.

Latihan bisa digelar 8-9 kali per minggu. Musim pandemi ini, kata Bejo, sempat berdampak pada ritme latihan. Terutama, ketika ingin menjajal stadion besar. Mereka yang masuk akademi, lanjut Bejo, akan dipersiapkan masuk seleksi Timnas.

Meski, sampai sekarang belum diketahui pasti seleksi pemain Timnas. “Seleksi Timnas, kami akan koordinasi dengan Asosiasi Sepak Bola Provinsi. Kami sekarang hanya menyiapkan calon pemain,” jelasnya.

Pihaknya berharap, seleksi calon pemain di Banyuwangi bisa menghasilkan tim yang tangguh. (wir)