Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Alat skrining awal Covid-19 buatan tim ITS, I-Nose C-19, diserah terimakan ke salah satu Rumah Sakit Islam/RSI di Surabaya. Alat tersebut akan digunakan untuk skrining bagi pasien karena murah, aman dan efisien.

Ketua Yayasan RSI Surabaya, Prof Mohammad Nuh, mengapresiasi Tim ITS yang memberikan I-Nose C-19 pada salah satu rumah sakit Islam di Surabaya. Pasalnya, cara kerja I-Nose C-19 sangat mudah dan bermanfaat bagi rumah sakit dalam memberikan pelayanan, khususnya pada pasien Covid-19.

‘’Selain itu, tes PCR pasien Covid-19 sebelum dinyatakan negatif membutuhkan waktu dan biaya relatif mahal. Namun, dengan I-Nose, bisa lebih mudah aman dan efisien,’’ kata mantan Rektor ITS ini kepada bisnissurabaya.com, di Surabaya Sabtu (20/2).

Sementara itu, pencipta I-Nose C-19, Prof Riyanarto Sarno, mengakui, jika I-Nose merupakan alat skrining awal berbasis artificial intelejen yang keberadaannya tidak bisa menggantikan pcr, sebagai golden standart.

Menurut dia, efektivitas alat yang diuji dari keringat di ketiak pasien, mencapai 91 persen. Sehingga, I-Nose bisa sangat membantu tenaga medis untuk melakukan skrining tanpa harus menunggu lama. Apalagi, biaya yang dibutuhkan tak sampai Rp 10.000.

Prof Riyanarto menyebut saat ini I-Nose belum mendapatkan izin edar dari kemenkes lantaran masih melakukan uji profile dan diagnostik yang membutuhkan 2.000 sampel, yang ditargetkan selesai dalam kurun waktu 3 bulan. Jika hasil uji diagnostik menunjukkan keberhasilan minimal 93 persen, I-Nose akan diproduksi massal. (agung/stv)