Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Untuk meringankan beban warga yang terdampak pandemi Covid-19, Kampung Tangguh Kutisari, Kecamatan Tenggilis Surabaya punya cara sendiri. Pengurus kampung membuat lumbung pangan yang setiap seminggu membagikan sembako dengan cara digantung di Balai RW setempat. Warga yang terdampak Covid 19 bisa sewaktu waktu mengambil semabako tersebut.

Beginilah suasana ibu ibu PKK di kampung tangguh Kutisari Kecamatan Tenggilis Mejoyo Surabaya, saat membungkus sembako di lumbung pangan, yang didirikan pengurus kampung setempat, dengan biaya swadaya masyarakat.

Beragam bahan pokok kebutuhan masyarakat seperti beras, minyak, gula, teh, dan mie instan dimasukkan dalam satu paket bungkusan plastik. Selanjutnya, bungkusan plastik berisi sembako tersebut digantung di lumbung pangan.

Warga yang terdampak Covid-19 di kampung tersebut, yang sudah didata sebelumnya, sewaktu waktu bisa mengambil sembako tersebut. Selain itu, warga yang tengah isolasi dan menunggu hasil swab juga bisa mengambil paket sembako itu.

‘’Paket sembako di lumbung pangan ini sudah sejak awal pandemi Covid-19 dibangun, dan dirasakan manfaatnya oleh warga yang terdampak,’’ kata Kapolsek Tenggilis Mejoyo, Kompol Kristiyan, di Surabaya Sabtu (20/2).

Meski digalang secara swadaya masyarakat dan tanpa adanya bantuan dari Pemerintah, lumbung pangan di kampung tangguh Kutisari ini diharapkan bisa terus berjalan selama pandemi Covid-19 masih terjadi. Sehingga sembako gantung ini bisa meringankan beban ekonomi bagi warga yang terdampak Covid-19. (stady/stv)