Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Menjadi seorang dosen di sebuah kampus, tidak hanya dituntut untuk mampu mendidik mahasiswa. Namun, juga dituntut untuk melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat. Guna meningkatkan kualitas dalam bidang penelitian dan pengabdian masyarakat, salah satu kampus di Surabaya membuat jurnal baru berbasis internasional.

Jurnal ilmiah dibidang kesehatan lingkungan masyarakat ini hadir dengan nama Environmental and Toxicology management. Melihat budaya akademik di sebuah perguruan tinggi, sangat tidak lengkap, jika tidak melihat jurnal ilmiahnya.

Adanya jurnal ilmiah pada sebuah perguruan tinggi, merupakan hal yang sangat penting. Karena, jurnal ilmiah merupakan tempat publikasi penelitian yang paling tepat. Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat/LPPM Unusa, Ahmad Syaifudin, mengatakan, bukti bahwa, kampus itu hidup, terutama pada aktifitas penelitiannya.

Yakni, adanya publikasi ilmiah melalui jurnal penelitian. Selain itu, jurnal penelitian tersebut juga harus yang bereputasi. Merasa masih minimnya jurnal nasional yang dikelola oleh peneliti terkemuka dari negara-negara maju, Ahmad Syaifuddin, bersama timnya tergerak untuk melahirkan jurnal Environmental and Toxicology Management (ETM).

Sebuah jurnal yang berfokus kepada kesehatan lingkungan masyarakat. Jurnal ber-level internasional ini akan melibatkan peneliti berpengalaman dari negara maju. Seperti Amerika dan Australia. ‘’Walaupun jurnal ini tergolong baru, namun, pada tahun ini tim penulis bersama seluruh tim editor sudah menargetkan, agar dapat ter-indeks secara resmi oleh lembaga sains internasional,” kata Ahmad Syafuddin di Surabaya Senin (22/2).

Dengan banyaknya peneliti di negeri ini yang melakukan penelitian di bidang kesehatan lingkungan masyarakat dan meluncurkan berbagai hasil karya penelitiannya di dalam jurnal ilmiah berskala internasional, diharapkan dunia Pendidikan Kesehatan di Indonesia semakin berkembang dan membawa manfaat bagi masyarakat luas. (agung/stv)