Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – DPRD Banyuwangi bergerak cepat pasca-penetapan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi terpilih Ipuk Fiestiandani – Sugirah oleh KPUD. Wakil rakyat kota Gandrung langsung mengusulkan pelatikan bagi pasangan Bupati dan Wakil Bupati tersebut.

Rencananya, pelantikan akan digelar secara daring, didahului Paripurna DPRD. Ketua DPRD Banyuwangi Made Cahyana Negara, mengatakan, pihaknya akan mengusulkan pelantikan Bupati-Wakil Bupati terpilih ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Sehingga, Banyuwangi  segera memiliki pemimpin definitif. “ Hari ini kita sudah paripurna pengumuman penetapan Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Dasarnya, surat dari KPUD Banyuwangi. Kita lanjutkan dengan usulan pelantikan ke Kemendagri,” kata Made usai paripurna di DPRD setempat, Senin (22/2) pagi.

Terkait pelantikan, lanjut Made, pihaknya akan menunggu instruksi dari Kemendagri. Namun, sudah ada edaran dari pusat jika pelantikan menggunakan daring. “Ini untuk membatasi undangan yang hadir di masa pandemi,” jelas politisi PDIP tersebut.

Menurut dia, prosesi pelantikan tetap melalui tahapan paripurna DPRD. Karena itu, pihaknya menyiapkan jalannya paripurna pelantikan. Made menambahkan, pelantikan bisa dilakukan di gedung DPRD atau bisa di pendopo kabupaten.

“Yang jelas, kami menunggu instruksi saja. Pelantikan bisa di ruang paripurna DPRD atau pendopo. Prosesnya tetap daring,” pungkas Ketua DPC PDIP Banyuwangi ini. Pasangan Ipuk Fiestiandani – Sugirah ditetapkan menjadi pemenang pilkada Banyuwangi tahun 2020 oleh KPUD setempat. Keduanya meraup 52,43 persen atau 438.847 suara.

Angka ini unggul dari rivalnya pasangan Yusuf Widiatmoko – Muhammad Riza Azizy yang meraup 40.737 suara. (wir)