Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Belum usainya pandemi Covid-19 jadi mimpi buruk bagi pedagang kaki lima/PKL di Kawasan Ketintang Surabaya. Pasalnya, pendapatannya hampir satu tahun merosot tajam hingga 70 persen. Mereka tak punya pilihan, selain tetap berjualan agar tetap bisa bertahan hidup.

Pandemi covid-19 menjadi mimpi buruk bagi para PKL yang berjualan di bahu jalan Ketintang Baru Surabaya. Pasalnya, sudah hampir satu tahun lamanya pendapatan mereka merosot tajam hingga 70 persen. Salah satunya yang dialami Nur Herawati, yang berjualan nasi pecel bersama suaminya ini mengaku makanan yang dijualnya selalu tidak habis dan terbuang. Pasalnya, saat ini para karyawan kantor yang biasanya membeli makanan di tempatnya, banyak yang di rumahkan dan menjalani work from home/WFH, atau bekerja dari rumah. Meski begitu, bagi warga Pagesangan Surabaya ini tak ada lagi pilihan selain tetap berjualan di bahu jalan itu, agar tetap bisa bertahan hidup. “Bahkan, untuk membayar iuran kebersihan dan keamanan saja tidak bisa, karena penghasilannya tak cukup,” kata PKL, Nur Herawati, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Sabtu (20/2) pagi.

Ia berharap, agar pandemi Covid-19 segera berlalu. Sehingga omzet penjualannya kembali normal, agar dapat memenuhi kebutuhan sehari – hari. (feri/stv)