Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Teka-teki pemilik sabu yang akan diselundupkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi, Kamis (11/2) silam, akhirnya terkuak. Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polresta Banyuwangi berhasil membongkar modus aksi tersebut. Termasuk, pelakunya.

Serbuk haram itu ternyata dititipkan seseorang dengan dibungkus roti tawar. Pemiliknya juga oknum nara pidana (napi) di LP setempat, Edi Kuswandi. Hasil pemeriksaan polisi, sabu yang akan diselundupkan seberat 9,8 gram.

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin, menjelaskan, terbongkarnya rencana penyelundupan sabu ke Lapas berkat kerjasama dengan petugas sipir. Jadi, dipergoki petugas sipir. Kemudian, kita kembangkan penyelidikan. Ternyata, sabu itu dibungkus roti ketika hendak dimasukkan ke LP, kata Kapolresta di Mapolresta, Jumat (19/2) siang.

Kasus ini masih terus dikembangkan penyidik Satreskoba Polresta. Terutama, pemasok serbuk sabu. Pelaku yang masih berstatus napi tetap melanjutkan masa hukuman di LP. Nantinya, ketika keluar LP akan berlanjut dengan kasus kepemilikan sabu tersebut. Padahal, pria asal Pesanggaran, Banyuwangi ini hanya tinggal satu tahun menjalani masa hukuman di Lapas. Dia mendekam di Lapas dalam kasus pencabulan dibawah umur.

Vonis hukuman enam tahun penjara. Sebelum kepergok membawa sabu, napi ini masuk tahap asimilasi. Sehari-harinya ditugaskan merawat lahan pertanian di samping Lapas. Saat hendak masuk sel, dia berlari ketika didekati petugas. Ternyata, kedapatan membawa sabu. Barang haram itu dibuang tak jauh di dekat Lapas.

Selain sabu berbungkus roti, polisi mengamankan 13 kasus narkoba lainnya. Dari jumlah ini, 11 diantaranya peredaran narkoba. Total 15 tersangka diamankan. Barang bukti yang diamankan, 43 paket sabu, berat total 72,94 gram.

Lalu, tembakau sintetis seberat 17,24 gram. Kemudian, 1000 butir pil koplo dan 12 butir esktasi. “Ada juga uang tunai Rp 7,3 juta. Kasus ini dibongkar periode Januari Februari 2021,” pungkas Kapolresta. (wir)