Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Dipercaya menjaga gudang, buruh tambak di Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, justru gelap mata. Bersama tiga temannya, dia membobol gudang pakan. Mereka berhasil menggasak puluhan karung pakan udang. Tak tanggung-tanggung, nilainya ditaksir hingga Rp 2 miliar.

Kasus ini terbongkar setelah pemilik tambak melapor ke Polsek Muncar, Polresta Banyuwangi. Keempat pelaku, masing-masing Abdul Rokhim (45), Sumirin (55), Muh Ilham Nudin (25) dan Sanari (43), seluruhnya warga Banyuwangi. Dari keempatnya, Abdul Rokhim, yang menjadi otak pembobolan tersebut. Pria asal Desa Kembiritan, Genteng, Banyuwangi ini yang mengambil pakan dari gudang. Modusnya, dilempar ke balik tembok gudang. Kemudian, mengajak Sumirin, Muh. Ilham dan Sanari mengangkut barang curian. Jadi, Abdul Rokhim menawari ketiga temannya mengangkut pakan curian. Kemudian, diangkut menggunakan mobil PU,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin di Mapolresta, Jumat (19/2) siang.

Aksi pembobolan gudang pakan itu mulai terjadi Desember 2019, berlanjut hingga Juli Desember 2020. Versi polisi, para pelaku awalnya menggasak sedikitnya 24 karung pakan. Nilainya sekitar Rp 6 juta. Lalu berlanjut. Total kerugian pemilik tambak ditaksir mencapai Rp 33 juta.

Itu kerugian sementara dari hasil penyidikan. Kami masih terus mengembangkannya, tegas perwira tiga melati di pundak ini. Kepada penyidik, Abdul Rokhim, berdalih kepepet biaya hidup. Sehingga, nekad menggasak isi gudang. Sedangkan, tiga pelaku lainnya hanya ikut-ikutan. Mereka mengaku dijanjikan sejumlah uang oleh Abdul Rokhim. Para pelaku ditangkap terpisah, di rumah masing-masing. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka ditahan di Mapolsek Muncar. Mereka dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian.

Selain keempat pelaku, polisi membekuk penadah pakan udang curian. Dia, Katirin (55), warga yang tinggal tak jauh dari lokasi tambak. Dari tangan pria ini, polisi mendapati 96 karung pakan curian. Barang haram ini dibeli mulai Desember 2019. Pelaku membeli pakan curian dengan harga Rp 175.000 per sak isi 25 kiligram. Jauh lebih murah dari harga normal Rp 300.000 per sak. Akibat perbuatannya, pria ini ikut ditahan di Mapolsek Muncar. Penyidik menjeratnya dengan pasal 480 KUHP tentang Penadah Barang Hasil Curian. (wir)