Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuwangi Mujiono didaulat menjadi Pelaksana harian (Plh) Bupati Banyuwangi, sejak Rabu (17/2) malam. PNS yang lama berkarir di Dinas Pekerjaan Umum (PU) ini akan menjabat selama menunggu pelantikan Bupati terpilih.

Meski menjabat hanya hitungan hari, pihaknya menyiapkan program prioritas. Salah satunya, mengawal program pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Dan, pengawasan kebersihan kota, serta penataan tempat-tempat strategis.

Menurut Mujiono, selama dipimpin Bupati Anas, Banyuwangi menunjukkan kemajuan pesat. Karena itu, pihaknya akan melanjutkan berbagai program unggulan yang sudah berjalan.

“Penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Bupati Anas. Kami akan lanjutkan program yang sudah baik untuk pelayanan masyarakat. Prioritas, penataan kota dan menjaga kebersihan. Ruang terbuka hijau di kota dan desa akan kita awasi ketat,” tegas Mujiono usai sertijab, Rabu (17/2) malam.

Di musim hujan, kata dia, ketertiban torotoar harus dipastikan dengan baik. Sebab, rawan bencana banjir. Lalu, harus difungsikan sesui peruntukan. Misal, digunakan parkir sembarangan. “ Banyuwangi sudah berubah dengan baik. Ini yang harus kita pertahanankan,” tegasnya.

Tak kalah penting, lanjut Mujiono, lampu penerangan jalan umum (LPJU) harus diawasi rutin. “ Jangan sampai ada LPJU yang mati lama dan dibiarkan,” jelasnya. Khusus penanganan Covid, lanjut Mujiono, akan dioptimalkan menekan penyebaran melalui PPKM mikro.

Setiap desa akan dibuat posko. “ Selama ini, kendala pembuatan posko karena pendanaan desa. Tapi, sudah ada SK Bupati untuk alokasi dana di beberapa desa, sudah cair 8 persen untuk ini,” imbuhnya.

Selanjutnya, pasien Covid akan dipusatkan di tempat isolasi Licin. Sehingga, memudahkan pengendalian pasien Covid. Menurutnya, posko Covid di tingkat desa baru terbentuk sekitar 50 persen, dari total 217 desa.

Selama menjabat Plh, pihaknya akan terus melakukan evaluasi. Targetnya, posko bisa bertambah hingga 150 yang aktif. Selama ini, posko Covid di desa dibiayai mandiri oleh masyarakat. (wir)