Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi dari Unit Reskrim Polsek Asemrowo mengungkap kasus tawuran dua kelompok remaja di Jalan Dupak Rukun Surabaya, yang mengakibatkan seorang remaja mengalami luka bacok hingga kritis. Perkara dan tawuran antar kelompok itu dipicu saling ejek antar anggota geng hingga memuncak pada aksi pengeroyokan.

Dua remaja ini diamankan polisi setelah melakukan aksi penganiayaan yang membuat korbannya mengalami luka bacok hingga kritis dan dirawat di rumah sakit. Dua remaja ini, RPP (16) dan MA (17) warga Jalan Genting Surabaya, yang juga masih memiliki hubungan kakak-beradik.

Kapolsek Asemrowo, AKP Hari Kurniawan, mengatakan, penganiayaan itu berawal ketika dua tersangka bersama teman lain yang merupakan genk barisan tanpa pemimpin/BTP, terlibat saling ejek melalui media sosial, dengan korban berinisial MDS (17), warga Asem Mulya, Surabaya yang juga anggota genk populer.

Setelah melakukan aksi saling ejek, kata dia, kedua kelompok bersepakat untuk saling bertemu di kawasan Jalan Dupak Rukun Surabaya. Bukannya berdamai, aksi ejek memuncak setelah kedua genk bertemu hingga terlibat aksi tawuran dan pengeroyokan, yang membuat korban mengalami luka bacok hingga kritis.

“Dari pemeriksaan sementara, sebelum kedua kelompok bertemu, mereka melakukan aksi pesta miras,” ujarnya.
Dari kedua tersangka polisi, berhasil mengamankan barang bukti yang digunakan untuk melakukan aksi tawuran. Diantaranya kayu dan batu. Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, juncto UU RI nomer 11 tahun 2012 tentang sistem peradilan pidana anak. Perkara ini masih didalami pihak kepolisian, termasuk memburu para pelaku lainnya. (farid/stv)