Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Donor darah konvalesen untuk terapi Covid-19 dinilai cukup sukses. Namun, kendala yang dihadapi adalah keterbatasan peralatan. Yakni, kantong dari mesin pengolah darah untuk menampung plasma konvalesen.

Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan/PMK menyampaikan akan berusaha untuk mengatasi kendala tersebut, guna memaksimalkan gerakan donor darah konvalesen. Dalam kunjungan kerjanya, Menko PMK, Muhadjir Effendy, mengakui jika dalam distribusi peralatan untuk donor darah konvalesen, terutama kantong darahnya sangat kurang.

Bahkan, tidak merata, karena hanya ada di Jakarta dan Surabaya. Karena itu, Muhadjir, mengatakan, pihaknya akan terus mengupayakan pengadaan alat pemroses berupa kantong plasma darah konvalesen tersebut.

Ia menyatakan, sudah menyiapkan dana anggaran yang diambil dari Kementerian Kesehatan dan BNPB. Totok Sudarto, selaku penggerak donor darah plasma konvalesen, mengutarakan, jika masih perlunya sosialisasi di lapangan agar para penyintas Covid ini mau mendonorkan darahnya dan memberikan edukasi mengenai pentingnya donor darah plasma konvalesen sebagai salah satu terapi untuk pasien Covid-19.

Darah dari pendonor yang sudah diproses menjadi plasma darah konvalesen, hanya akan ditransfusikan kepada pasien yang bergejala sedang. terapi plasma darah tersebut tidak ampuh menolong pasien Covid-19 yang dalam kondisi kritis. (ghofi/stv)