Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi membongkar penjualan satwa dilindungi yang dikirim dari sejumlah provinsi. Tiga tersangka berhasil diamankan beserta belasan burung kakatua, jambul merah, elang, hingga bayi lutung. Belasan satwa ini rencananya akan di pasarkan secara online melalui media sosial.

Tim Buser dari Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Jatim, mengungkap, penjualan satwa lilindungi. Tiga pelaku perdagangan hewan ilegal ini ditangkap. Mereka adalah NR, NK, VPE. Dari ungkap perdagangan burung ini, polisi menyita 15 ekor burung kakatua jambul merah asal Maluku, empat ekor elang brontok, serta lima ekor lutung dewasa dan seekor bayi lutung.

Dari penyelidikan petugas, tersangka mengakui, jika hewan tersebut didapat dari pemburu di sejumlah lokasi di Jawa Timur/Jatim dan luar Jawa. ‘’Tersangka, menjual satwa dilindungi ini melalui sarana media sosial dan facebook,’’ kata Wadir Krimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Efendy, di Surabaya Selasa (16/2) kemarin.

Untuk menghindari kecurigaan petugas, kata dia, tersangka menjual hewan tersebut dengan menggunakan gambar foto yang tak sesungguhnya. Hewan dijual antara Rp 2 juta hingga Rp 15 juta. Sementara, Kabid II BKSDA Jatim, Dwi Widodo, mengapresiasi pengungkapan sindikat perdagangan satwa ini.

Bahkan, BKSDA mengakui, perburuan bayi lutung tergolong sadis. Selain merusak ekosistem dan habitat hewan, perburuan bayi lutung mengharuskan pemburu untuk membunuh induknya. Dengan tindak pidana itu, tersangka, dijerat dengan UU Nomor 5/1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

sementara, seluruh hewan yang berhasil disita akan menjalani karantina dan perawatan selama dua bulan, sebelum akhirnya dilepas liarkan kembali oleh BKSDA Jatim. (feri/stv)