Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Masa pandemi, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Banyuwangi selatan selaku pengelola obyek wisata Jawatan, Desa Benculuk Kecamatan Cluring tetap kreatif memberikan kenyamanan wisatawan. Salah satunya, memberikan nuansa baru di obyek wisata pohon kuno tersebut. Pengelola melepas liarkan puluhan ekor burung predator ulat,Rabu (17/2) siang.

Aksi ini untuk menjaga ekologi di obyek wisata setempat. Burung yang dilepas liarkan jenis Trocok dan Prenjak. Dua spesies ini merupakan predator ulat. Burung ini juga aktif berkicau. Sehingga menambah suasana alami.

“Kegiatan ini bagian dari menjaga ekosistem wisata Jawatan. Kita lepasliarkan 75 ekor burung untuk predator ulat,” kata Adm KPH Banyuwangi Selatan, Panca Putra Maju Sihite. Pejabat ini menjelaskan, kegiatan pelepasan burung juga berkaitan dengan Hari Pers Nasional/HPN.

“Ini bentuk kolaborasi bersama dengan insan pers untuk bersama menjaga keseimbangan alam dan pemulihan ekonomi,” tegasnya. Pihaknya berharap, meski pandemi, kunjungan ke obyek wisata di bawah pengelolaanya bisa bergeliat.

Sejak pandemi, kata Panca, kunjungan wisatawan anjlok hingga 50 persen. Pihaknya memiliki tiga obyek wisata unggulan. Masing-masing, obyek wisata Djawatan, Pantai Pulau Merah dan Pantai Grajagan. Dari ketiganya, Pantai Pulau Merah yang menjadi unggulan.

Disusul obyek wisata Djawatan. Obyek wisata ini adalah deretan pohon trembesi berusia ratusan tahun. Suasananya indah, sejuk. Lokasi di dekat jalan raya. Dahulu, tempat peninggalan Belanda ini menjadi pusat penampungan kayu hutan.

“Harapannya, dengan pelepasan burung predator ulat ini bisa menambah suasana baru di Djawatan,” tegasnya. Meski, lanjut Panca, populasi ulat di Djawatan masih terkendali. Belum mengkhawatirkan.

Predator ulat yang dilepas hasil kerjasama dengan investor tambang emas PT Tumpang Pitu, Pesanggaran. Senior Manager External Affair PT BSI Sudarmono menjelaskan pihaknya selalu berkomitmen ikut menjaga ekosistem lingkungan di Banyuwangi.

“Selain profit oriented,kami ikut peduli pada lingkungan untuk membantu ekonomi,” tegasnya. Selama ini, pihaknya rutin melakukan pemantauan ekologi di sekitar lokasi tambang. Mulai tanaman dan binatang yang harus dilindungi. (wir)