Banyuwangi, (bisnissurabaya.com) – Pandemi tak membuat Pemkab Banyuwangi sepi inovasi pariwista. Kabupaten ujung timur Jawa ini meluncurkan 102 even agenda Banyuwangi Festival 2021, Rabu (17/2) pagi. Yang beda, konsepnya mengusung “colorful hybrid”.

Yaitu, memadukan atraksi online dan offline. Peluncuran dibuka Menparekraf Sandiaga Uno secara daring. Kegiatan dipusatkan di Pendopo Sabha Swagatha, bersamaan atraksi dari Pantai Mustika, Pesanggaran dan Pantai Boom serta Bangsring Underwater. Festival berkonsep hybrid ini yang pertama di Indonesia.

“Bagi Banyuwangi, ini bukan soal keren-kerenan, bukan soal menjadi yang pertama. Tapi ini soal bagaimana aktivitas ekonomi tetap tumbuh, kreativitas anak-anak Banyuwangi tetap diberi ruang, dengan cara dan konsep yang baru, yaitu berbasis pada teknologi,” kata Bupati Abdullah Azwar Anas.

Ia mengatakan, konsep hybrid yang diusung Banyuwangi bukan sekadar menyiarkan aktivitas luring ke media daring. Namun, mengintegrasikan konsep daring dan luring. Mulai dari aktivitas pariwisata hingga transaksi UMKM.

Anas menambahkan, selama tiga tahun berturut-turut, Banyuwangi ditetapkan sebagai daerah dengan penyelenggaraan festival terbaik di Indonesia. Berbagai atraksi wisata alam dan seni-budaya di Banyuwangi telah menyedot perhatian publik nasional dann internasional.

Namun, di masa pandemi Covid-19, Banyuwangi harus terus bersiasat agar para pelaku UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata bisa tetap menggeliat. Maka, muncullah Banyuwangi Festival dengan konsep hybrid.

Menurut Anas, hybrid concept ini juga merupakan strategi pemasaran baru. Dia yakin ketika masyarakat banyak menyaksikan secara virtual akan membuat kian penasaran untuk datang ke Banyuwangi.

Ditambahkan, selain dari sisi ekonomi, hybrid concept dalam Banyuwangi Festival juga mendorong penguatan infrastruktur telekomunikasi di berbagai destinasi. ”Karena konsepnya hybrid, maka infrastruktur IT menjadi kekuatan penting.

Desa-desa yang selama ini sudah kita dorong pembangunan infrastruktur IT-nya melalui program Smart Kampung, ke depan perlu terus diperkuat,” pungkasnya. (wir)