Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Warga di kawasan Rungkut Kidul Surabaya, selama hampir dua bulan ini mengeluh. Sebab, hujan abu mengotori rumah mereka. Awalnya, hujan abu diperkirakan adanya erupsi gunung. Namun, hujan abu diduga berasal dari limbah cerobong asal salah satu pabrik di kawasan Rungkut Industri Sier.

Hujan abu ini juga mengakibatkan mata pedih dan sesak nafas. Hujan abu berwarna hitam ini terjadi di kawasan Rungkut Kidul RT IV Surabaya. Hujan abu hampir dua bulan ini, awalnya hanya dikira dampak dari erupsi gunung. Namun, intensitas hujan abu semakin besar.

Sehingga warga mengeluhkan dampak hujan abu yang mengotori rumah mereka. Tak hanya di halaman rumah, namun, abu juga masuk ke dalam rumah hingga mengotori perabot elektronik. Nisa, warga setempat mengatakan, hujan abu ini sudah terjadi sejak enam bulan lalu.

Namun, dalam dua bulan terakhir kondisinya makin parah dan abu semakin tebal. Ditengarai, abu yang berasal dari limbah cerobong asal salah satu pabrik di kawasan Industri Sier Surabaya. Selain mengotori rumah, dampak abu ini banyak warga yang mengeluh karena mata pedih dan sesak nafas. Adanya hujan abu ini sudah dilaporkan warga ke dinas terkait dan pihak PT Sier selaku pengelola kawasan industri.

Sementara itu, Direktur Operasi PT Sier, Didik Prasetiyono, mengaku, sudah menerima laporan dari warga terkait hujan abu. Pihak sier sebagai pengelola kawasan industri tengah melakukan penyidikan dan pemeriksaan terhadap pabrik yang diduga mengakibatkan hujan abu ini. Uji laboratorium sampel limbah abu juga telah dilakukan PT Sier, untuk mengetahui kandungan material abu.

Warga Rungkut Kidul surabaya berharap, hujan abu yang diduga dari salah satu pabrik di sier ini bisa cepat ditangani karena mengancam kesehatan warga. Selain itu, warga juga lelah setiap hari membersihkan abu di rumah mereka. (stady/stv)