Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dari 32.225 tenaga medis yang terdaftar pada Dinas Kesehatan/Dinkes Kota Surabaya, ternyata ada 1.800 orang yang batal disuntik vaksin sinovac. Hal ini ditegaskan Wali Kota Surabaya, Wisnu Sakti Buana. Para tenaga medis ini batal mendapatkan vaksin Covid-19, dikarenakan selain memiliki komorbid lebih dari 2, beberapa diantaranya juga menjadi penyintas atau pernah terpapar Covid-19.

Berdasarkan data Dinkes Surabaya, total tenaga medis yang sudah terdaftar  untuk mendapatkan vaksin Covid-19 di Surabaya sebanyak 32.225 orang. Namun, ada 1.800 tenaga medis yang batal divaksin. Hal ini dikarenakan memiliki komorbit lebih dari satu atau penyitas Covid-19.

Sementara, untuk suntikan vaksin pertama semua tenaga medis selesai. Namun, untuk suntikan vaksin kedua, hanya 96,7 persen atau sekitar 32.128 orang yang saat ini sudah memenuhi syarat menerima suntikan vaksin. Sisanya, sekitar seribu 25 orang harus ditunda.

Menurut Wali Kota, banyak penyebab tenaga medis di Surabaya yang batal disuntik vaksin sinovac. Selain memiliki komorbid lebih dari satu, para tenaga medis ini juga ada yang menjadi penyintas atau pernah terpapar Covid-19. Sedangkan, untuk tenaga medis yang mengalami penundaan, akan dilakukan penjadwalan ulang.

Biasanya, menunggu satu minggu kemudian melakukan registrasi ulang untuk mendapatkan suntikan vaksin lagi. Wisnu, berharap, tenaga medis yang mengalami penundaan vaksin sinovac ini dalam waktu dekat segera terselesaikan.

Sehingga, siap untuk melanjutkan vaksinasi tahap dua, yang rencananya dilakukan pada aparat negara seperti TNI dan Polri. Saat ini, Pemkot Surabaya melalui Dinkes sedang mendata jumlah personil TNI – Polri yang akan menerima vaksin tahap kedua. (stady/stv)