Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Insan keperawatan di Jawa Timur/Jatim terus berduka. Dua perawat meninggal dunia akibat terinveksi virus corona atau Covid 19. Kini total ada 94 perawat di Jatim yang meninggal. Faktor kelelahan dan banyaknya pasien tanpa gejala Covid-19 yang ditangani perawat, masih menjadi pemicu utama.

Meninggalnya perawat Agil Syahrial, yang dinas di Rumah Sakit/RS Jatiroto Lumajang, dan Mahmudah, yang bertugas di RSUD Kabupaten Kediri, menambah panjang daftar perawat di Jatim yang meninggal akibat terpapar Covid-19. Dengan gugurnya tenaga kesehatan tersebut, kini ada 94 perawat di Jatim yang meninggal dunia.

Kondisi tersebut, menjadi keprihatinan pengurus DPW PPNI Jatim, di tengah gencarnya program vaksinasi Covid- 19 untuk tenaga kesehatan. Ketua DPW PPNI Jatim, Nursalam, menyebutkan, faktor kelelahan dengan banyaknya pasien covid di pelayanan kesehatan diduga sebagai pemicu perawat terinfeksi virus corona.

“Mulai awal pandemi Covid-19, sampai saat ini sudah ada 2.600 lebih perawat di Jatim yang terpapar Covid-19. Bahkan, 10 hingga 12 persennya, saat ini harus menjalani perawatan di ruang ICU karena kondisi medis yang kritis. (stady/stv)