Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Dampak pandemi Covid-19 yang berkepanjangan, mengakibatkan Arab Saudi memberlakukan kebijakan pelarangan sementara bagi warga asing dari 20 negara. Pelarangan itu, termasuk bagi Indonesia untuk tidak memasuki Arab Saudi. Hal ini berimbas pada calon Pekerja Migran Indonesia/PMI sektor formal yang hendak berangkat kerja ke negara tersebut.

Kepala Unit Pelayanan Teknis Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia – Disnakertrans Jatim, Budi Raharjo, mengatakan, dengan adanya surat pemberitahuan larangan sementara ini dari Arab Saudi, tentu berdampak bagi pekerja migran Indonesia sektor formal yang akan meneruskan kontrak kembali bekerja ke Arab Saudi maupun bagi pekerja migran baru.

Para PMI ini terpaksa harus menunda keberangkatannya hingga penerbangan ke Arab Saudi kembali dibuka. Terkait hal tersebut, Disnakertrans Jatim terus melakukan kordinasi dengan Kementerian tenaga kerja, khususnya bagi pekerja migran Indonesia asal Jatim yang masih melakukan perpanjangan kontrak kerja di Arab Saudi,’’ kata Kepala UPT P2TK Disnakertrans Jatim, Budi Raharjo, di Surabaya Rabu (10/2) kemarin.

Sementara itu, sepanjang 2020 hingga kini, jumlah PMI asal Jatim yang bekerja di Arab Saudi kurang lebih ada sekitar 432 orang. Mayoritas mereka merupakan pekerja di sektor formal seperti dibidang konstruksi.

Sedangkan, sektor informal seperti asisten rumah tangga sudah tidak ada lagi, lantaran Indonesia telah melakukan moratorium sejak 2015 untuk tidak mengirim pekerja sektor informal lagi, demi perlindungan keamanan pekerja. (agung/stv)