Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Inovasi pembelajaran di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan berbagai lembaga pendidikan. Kali ini, salah satu kampus di Surabaya membuat inovasi pembelajaran dengan Laboratorium Microteaching. Dengan interactive board, para pengajar dapat berinteraksi langsung dengan apa yang ditampilkan dipapan 3 dimensi. Selain itu, mempermudah pengajar dalam menjelaskan suatu materi yang dilengkapi dengan teknologi bernama lightboard.

Keunggulan laboratorium microteaching pertama di Indonesia yang digunakan di lingkungan lembaga pendidikan adalah, karena memiliki interactive board sebagai pengganti white board. Interactive board merupakan sebuah perangkat layaknya TV berukuran 50 sampai 80 inch dengan kemampuan touch screen.

Dinamakan interactive board karena pengguna bisa langsung berinteraksi dengan apa yang ditampilkan di papan tersebut seperti presentasi maupun video. Selain itu, agar mempermudah tenaga pengajar dalam menjelaskan suatu materi yang dilengkapi pula dengan teknologi bernama lightboard. Cara kerja teknologi ini cukup sederhana, mirip dengan papan tulis pada umumnya, namun, tidak menggunakan papan, melainkan dengan light board menggunakan kaca sehingga tembus pandang.

Rektor Unusa, Prof Achmad Jazidie, mengatakan, di laboratorium microteaching ini mahasiswa bisa melakukan praktik mengajar yang sesungguhnya. Sedangkan para pengajar bisa menseting untuk materi bahan ajar daring dengan lebih baik.

Menghadapi pandemi Covid-19, seluruh lembaga pendidikan tak hanya dituntut mampu beradaptasi, tapi dituntut juga untuk kreatif dan inovatif. (agung/stv)