Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Bagaimana mengawali usaha disaat usia sudah mulai senja? Pertanyaan ini banyak mengemuka ketika seorang yang terbiasa keenakan karena dapat menerima gaji setiap akhir bulan, tiba-tiba harus pensiun. Mendapat pertanyaan ini, Founder & CEO – Fingram Indonesia, Ian Renassa, menjawab dengan lugas.

‘’Masih ada harapan bagi para pensiunan. Skema bagi hasil merupakan pilihan yang cocok. Karena resiko ditanggung secara bersama,’’ kata Ian Renassa, ketika berbicara dalam webinar yang digelar Forum Jurnalis Ekonomi Bisnis Surabaya, didukung Coca Cola Amatil Indonesia , Rabu (10/2) siang.

Hanya saja, kata dia, untuk memulai usaha saat usia sudah mulai senja atau setelah pensiun diperlukan kehati-hatian. ‘’Kalau membutuhkan modal, ambil 50 persen dari uang pensiun, 50 persen sisanya untuk modal hidup,’’ ujarnya.

Pada bagian lain, Ian Renassa, banyak berbicara bagaimana menggunakan uang dari gaji bulanan yang tepat. Sebab, banyak rumah tangga yang memiliki penghasilan lebih dari cukup. Tetapi kenyataannya dalam setiap bulannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Mereka  masih harus berhutang untuk menutupi kebutuhan. Semua itu karena mereka tidak bisa mengelola keuangan dengan baik dan tepat. Lantas apa yang seharusnya dilakukan agar keuangan stabil, masa depan terjamin dan pensiun mandiri secara ekonomi.

Ian Renassa, mengatakan, banyak keluarga tidak bisa mengelola keuangannya karena tidak bisa memilih skala prioritas. ‘’Membeli yang tidak perlu, salah satunya tergiur banyak promo online, tidak bisa memilih investasi yang benar dan sesuai kebutuhan dan kemampuan,’’ kata Ian.

Tidak jarang juga yang terjebak investasi bodong. Karena perlu memulai perencanaan keuangan keluarga. Caranya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran. ‘’Itu yang paling gampang namun perlu konsistensi yang tidak mudah. Termasuk para jurnalis kalau ingin keuangannya sehat dan stabil,” tambahnya.

Ian menambahkan. ada lima cara memastikan uang cukup. Yakni, cashflow positif, baik secara bulanan maupun tahunan, arus kas harus positif (pendapatan > pengeluaran). Kalau negatif, tambah pendapatan atau kurangi pengeluaran.

Dana Darurat. Minimal tiga kali pengeluaran bulanan. Sisihkan 10 persen dari pendapatan bulanan dan 50 persen dari pendapatan tahunan.  Pengelolaan utang. Maksimal 30 persen dari pendapatan (bila kedua pasangan bekerja, berdasarkan pendapatan terkecil). Hindari utang konsumtif.

Asuransi. Kesehatan wajib. Jiwa bila punya tanggungan. Kerugian opsional. Semua disesuaikan budget. Maksimal 10% pendapatan. Dan Investasi. Pelajari setiap jenis investasi legal. Pahami konsep Investasi. Jangan terbuai dengan penawaran yang tidak masuk akal.

“Untuk memilih investasi harus benar sesuai kebutuhan dan kemampuan dan mudah terbujuk rayuan investasi dengan margin tinggi. Konsepnya haus menerpkan 2L, Legal dan Logis. Ada banyak pilihan investasi legal yang bisa dipilih,” jelasnya.

Ian menjelaskan  beberapa instrumen Keuangan yang bisa dipilih untuk investasi sesuai kebutuhan masing-masing berbeda. Yakni  deposito katagori Low risk, low return. Obligasi katagori Medium risk, medium return, saham High risk, high return. Reksa Dana. Pasar Uang, Pendapatan Tetap, Saham.

Forex. Very high risk, very high return. Crypto. Very high risk, very high return. Dan New Currency – Digital Content: Blog, Instagram, Twitter, YouTube, Tiktok, Personal Branding, Engagement.

“Disinilah peran penting bagaimana masing-masing bisa memilih investasi yang tepat sesuai kemampuan. Untuk pensiunan baiknya deposito dan obligasi karena risiko medium. Dengan besarnya dana yang ditempatkana bisa menghasilkan return per bulan yang cukup,” ujarnya.

Untuk Logam Mulia Ian Renassa menambahkan kapanpun bisa dibeli karena dipastikan akan meraih untung. Dan untuk tahun 2021 ini, ketika harga LM turun saat yang tepat membeli sesuai kemampuan. Namun perlu diingat, LM adalah katagori investasi jangka panjang, baru akan untung kalau diatas 2 tahun.

Demikian juga untuk pasar saham, forex dan sejenisnya bisa mendapatkan margin harian kalau ditrading tiap hari. Beli saat jatuh dan jual saat harga naik. Namun demikian perlu kejelian yang lebih termasuk mengetahui kondisi pasar saham yang berkembang.

Ditanya apa investasi yang dilakukan saat ini, Ian Renassa menegaskan semua jenis investasi dia coba termasuk investasi bodong. Salah satunya ketertarikan investasi di uang digital crypto. Meski saat ini belum menguntungkan, bisa jadi dalam 10 tahun mendatang uang digital inilah yang menjadi investasi utama yang menguntungkan. (bw)