Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Rapat koordinasi, penerapan intruksi mendagri terkait kebijakan pengendalian Covid Jawa – Bali, memutuskan Forkopimda Jawa Timur/Jatim memberlakukan PPKM berbasis mikro, di provinsi ini. PPKM mikro ini, memiliki empat zonasi kategori yang mencakup wilayah terkecil R T. Untuk mendukung PPKM mikro, Forkopimda menambah jumlah kampung tangguh semeru dan posko, yang di tempatkan di desa dan kelurahan di seluruh Jatim.

Pasca penetapan PPKM mikro, pemerintah pusat melalui inmendagri no 3 tahun 2021, langsung ditindaklanjuti. Karena itu, Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, bersama Gubernur Khofifah Indar Parawansa, serta Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, menggelar rapat koordinasi, di Grahadi Senin (8/2) malam.

Dalam rapat ini, Forkopimda sepakat dengan kebijakan PPKM berbasis skala terkecil diterapkan di Jatim. PPKM mikro berjalan efektif sejak 9 hingga 22 Februari mendatang.

“Berdasarkan tingkat resiko kerawanan penyebaran Covid, empat kategori zona warna, nantinya, akan dipetakan di lingkup terkecil mencakup RT. Nantinya, peta sebaran Covid dipantau melalui posko yang berada di desa atau kelurahan,” kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Guna mendukung kebijakan PPKM skala mikro, Polda Jatim menargetkan 7.043 kampung tangguh Semeru hingga 100 hari kedepan. Hasil evaluasi kemendagri, menyebutkan, keberadaan kampung tangguh Semeru dinilai sangat efektif. Dimana fungsi pengawasan dan pengendalian Covid melibatkan partisipasi masyarakat.

“Polda Jatim, juga menerjunkan 3.900 personil di setiap polres jajaran, guna mendukung pembentukan posko pada tiap desa, kelurahan, seiring dengan penambahan kampung tangguh semeru,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta.

Dari 38 kabupaten dan kota, Polda Jatim telah memetakan zonasi seluruh RT. Yakni, 210 RT tercatat masuk kategori zona merah. 1.245 RT kategori zona orange, 10.023 RT zona kuning, serta 81.320 RT masuk zona aman atau hijau. (feri/stv)