Usai Pesta Miras, Cewek Ingusan ini Digarap Enam Remaja

9

Banyuwangi, (bisnissbanyuwangi.com) – Aksi persetubuhan anak di bawah umur dibongkar jajaran Polresta Banyuwangi. Mirisnya, sebelum digagahi, korban yang berstatus pelajar diajak pesta miras. Dari kasus ini, polisi mengamankan enam pelaku. Dua diantaranya masih di bawah umur.

Mereka ditangkap di rumah masing-masing, beberapa jam setelah kejadian. Aksi amoral itu terbongkar setelah polisi mendapatkan laporan dari salah satu warga. Kronologisnya, korban, M (14), awalnya diajak bertemu salah satu pelaku, AN (22) di tepian sebuah sungai di Glenmore, Banyuwangi.

Pelaku kemudian menawari korban menenggak miras. Di tengah pesta miras, pelaku yang menjadi tersangka utama mengajak dua temannya lagi bergabung. Pesta miras terus berlanjut. Miras yang ditenggak oplosan  alkohol,minuman suplemen dan air mineral. Di bawah pengaruh miras, para pelaku gelap mata. Korban digagahi bergiliran.

“Karena sama-sama di bawah pengaruh miras, korban tak bisa berkutik, hanya bisa pasrah disetubuhi para pelaku,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara, didampingi Kasat Reskrim AKP Mustijat Priambodo, Jumat (5/2) siang.

Usai digagahi bergiliran, pelaku AN tak langsung mengajak korban pulang. Namun, kembali diajak pesta miras di tempat berbeda. Di sebuah rumah kosong. Pelaku kembali mengajak tiga temannya lagi yang berbeda.

Korban yang sudah teller kembali dicekoki miras. Lalu, digilir lagi. Setelah itu, keempat pelaku pulang. Korban juga pulang dalam kondisi lemas. Tak terima dengan kejadian ini, salah satu kerabat korban melapor ke Polsek Glenmore.

Tim buser Polresta Banyuwangi bersama Polsek langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, keenam pelaku diciduk hanya hitungan jam. Selain AN, lima pelaku lain, masing-masing, FB (16), MAS (15), RE (21), SP (22) dan VDP (20), seluruhnya asal Kecamatan Glenmore.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para pelaku harus mendekam di sel Mapolresta Banyuwangi. Penyidik menjeratnya dengan pasal 78 D sub 76 E Undang-Undang No. 17 tahun 2018 tentang Perlindugan Anak. Kepada penyidik, para pelaku mengakui perbuatannya. Mereka kompak berdalih terkena pengaruh miras ketika menjalankan aksinya. (wir)