Banyuwangi, (bisnissurabaya.com)Menjelang purna tugas, Bupati Banyuwangi Abdullah memberikan kado bagi daerah yang dipimpinnya. Yakni, buku tentang inovasi di Bumi Blambangan selama 10 tahun terakhir.

Buku ini membongkar rahasia kemajuan Banyuwangi dari berbagai sisi. Salah satunya, kemajuan pariwisata. Menurut Bupati Anas, inovasi menjadi kunci penting mencapai kemajuan daerah.

“Jadi, kita harus berinovasi dengan memanfaatkan potensi yang ada. Lalu, jangan salah memilih tim,” kata Bupati Anas usai bedah buku “Inovasi Banyuwangi” di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (3/2) siang.

Anas menambahkan, salah satu kunci inovasi di Banyuwangi adalah tim yang solid. Tim ini kata dia menjadikan potensi sebagai amunisi membawa perubahan, terutama pelayanan publik. “Kita mengarahkan pembangunan Banyuwangi berbasis potensi yang dimiliki. Hasilnya, mampu menaikkan pendapatan per kapita penduduk,” tegasnya.

Rahasia lainnya, Banyuwangi mampu mengelola potensi budaya dan alam menjadi destinasi wisata menarik. Salah satunya, festival Gandrung Sewu yang menjadi agenda pariwisata nasional.

“Dengan inovasi ini, Banyuwangi masuk menjadi salah satu destinasi prioritas pengembangan obyek wisata Indonesia. Dulu, obyek wisata Banyuwangi hanya dipandang sebelah mata,” jelasnya lagi. Inovasi lainnya, lanjut Anas, menyasar layanan birokrasi.

Inovasi membuat para birokrasi memiliki semangat wirausaha. Caranya, layanan kepada masyarakat dipermudah dan tunjangan  birokrasi dinaikkan. Anas berharap berbagai inovasi yang sudah berjalan di Banyuwangi bisa dilanjutkan. Bahkan, bisa menjadi rujukan daerah lain yang ingin melakukan inovasi.

Lalu, kemana setelah purna tugas ? Anas mengaku akan tetap membuat inovasi untuk daerah. Termasuk, siap memberikan masukan dan ide inovasi bagi daerah lain. “ Selain menulis buku, sudah banyak tawaran untuk menjadi mentor terkait inovasi,” pungkas Bupati dua periode tersebut. Sesuai jadwal, masa jabatan Bupati Anas, akan berakhir, 17 Februari mendatang. (wir)