Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Salah seorang travel influencer asal Surabaya bangkitkan sektor pariwisata di Bali yang sempat mengalami penurunan akibat pandemi covid-19. Upaya pemulihan pariwisata ini dengan berkolaborasi lebih dari 50 hotel di Bali melalui beragam karya videografi yang dipublikasikan di berbagai media sosial, supaya masyarakat tertarik kembali datang ke Bali.

Sebelum adanya pandemi, biasanya hotel berkolaborasi dengan influencer yang berasal dari luar negeri. Sehingga dapat meningkatkan minat international tourist untuk menginap di hotel. Namun, dengan adanya pandemi, hotel mulai beralih target menjadi segmen lokal. Hotel di Bali yang telah merubah pasar menjadi segmen lokal memilih kota Surabaya untuk dijadikan target pasar. Karena itu, Ken Sugiyanto, Travel Influencer asal Surabaya yang juga seorang pengajar di salah satu kampus Surabaya, mencoba membangkitkan sektor pariwisata di Bali yang sempat mengalami penurunan akibat pandemi covid-19.

Bahkan dalam penggarapan 50 karya videografi-nya dengan 50 tempat yang berbeda-beda, ia harus rela tidak pulang selama 3 bulan untuk menyelesaikan video travelingnya, demi menggairahkan kembali pariwisata Bali.

Menurut Ken, Pulau Bali merupakan salah satu destinasi pariwisata yang layak dikunjungi selama pandemi, karena protokol kesehatan yang dimiliki setiap hotel juga sudah disesuaikan dengan standar yang ada dan harganya yang tergolong ekonomis.

“Metode transportasi udara yang digunakan juga telah dilengkapi dengan filter udara hepa filters atau high-efficiency paticulate air, yang dapat menyaring 99,99 persen partikel udara,” kata Ken, kepada bisnissurabaya.com di Surabaya Selasa (2/2).

Ia menceritakan, mengenai suka dan duka sebagai seorang travel influencer. Diantaranya, menemukan hal-hal baru, menambah koneksi, serta bertukar wawasan. Namun, banyak tenaga yang harus dikeluarkan saat menjalani kolaborasi tersebut.

Seperti, berpindah-pindah hotel, membuat konten yang menarik, hingga harus melakukan pengambilan video selama satu hari penuh. Dengan adanya kesempatan tersebut, Ken berharap, dapat menjadi travel influencer yang menginspirasi dan dapat berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata di Indonesia.

Tidak hanya menjadi travel influencer di Indonesia, Ken juga memiliki tujuan menjadi travel influencer di kancah international. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya ajakan kolaborasi dari hotel-hotel yang ada di Turki. Namun, hal tersebut harus diurungkan karena adanya kondisi lockdown disana.

Dia menyampaikan, haruslah berkarya sebanyak-banyaknya dan berharap agar generasi muda di kota Surabaya belajar dari pengalaman dirinya dan ikut membantu memajukan sektor pariwisata di Indonesia. (agung/stv)