Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Polisi kembali mengungkap kasus prostitusi gadis dibawah umur melalui media sosial/medsos. Yang mencengangkan ada 36 anak dibawah umur yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA/SMK dijajakan oleh tersangka, dengan prosentase keuntungan dibagi dua.

Tersangka menjual gadis dibawah umur ini, dengan mempekerjakan 6 orang lain untuk mencari pelanggan.

Polisi mengungkap kasus prostitusi online di dunia maya, dengan membekuk seorang pria sebagai mucikari, berinisial OS, yang mempekerjakan 36 gadis dibawah umur, sebagai pekerja seks, di Mojokerto Jawa Timur/Jatim. Mereka para penjaja sex ini masih berstatus pelajar. Baik SMP, SMA maupun SMK.

“Aksi ini sudah dilakukan tersangka sejak 2 tahun silam dan beroperasi di kawasan Jalan Kranggan, Kabupaten Mojokerto. Modusnya, tersangka menggunakan gambar kartun dalam menawarkan ke pelanggan untuk mengelabuhi petugas,” kata Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, di Surabaya Senin (1/2).

Ia menjelaskan, aksi ini terungkap dari patroli siber yang dilakukan Subdit Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, mengingat aksi pelaku ini dilakukan di dunia maya. Sementara, para korban dijual dengan harga bervariasi mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 600.000 dan dibagi dua antara tersangka dan korban.

Sementara itu, tersangka mengakui bahwasannya anak-anak yang dijualnya untuk prostitusi online tersebut merupakan pelajar yang masih aktif di bangku sekolah.

Untuk melancarkan aksinya, tersangka dibantu enam orang lainnya, yang masih dibawah umur, untuk menawarkan para korbannya. Sementara eksekusi dilakukan di rumah tersangka yang merupakan pemilik kos-kosan di Mojokerto.

Atas perbuatannya tersangka, dijerat dengan pasal 27 junto pasal 45 tentang ITE, serta pasal 296 KUHP, dengan ancaman diatas lima tahun penajara. (feri/stv)