Surabaya, (bisnissurabaya.com) – Hingga saat ini PMI Kota Surabaya masih kekurangan stok plasma konvalesen, untuk terapi pasien covid-19. Hal ini dikarenakan, masih rendahnya pendonor plasma darah konvalesen di Surabaya. Selain itu, kurangnya alat donor plasma konvalesen yang dimiĺiki PMI Kota Surabaya.

Beginilah suasana donor konvalesen di Unit Transfusi Darah/UTD PMI Kota Surabaya, di Jalan Embong Ploso Surabaya.

Kabag Pelayanan dan Humas UTD PMI Kota Surabaya, dr Martono Adi, mengatakan, rata-rata permintaan plasma darah konvalesen dari rumah sakit di Surabaya maupun luar Surabaya sebanyak 100 kantong per hari. Dimana kebutuhan setiap pasien covid-19 yang dirawat di rumah sakit setiap hari sebanyak 2 kantong plasma konvalesen.

Sementara, PMI Surabaya, hingga saat ini belum dapat memenuhi target 100 kantong per hari lantaran setiap hari jumlah pendonor plasma darah konvalesen yang datang ke PMI hanya 25 sampai 30 orang.

Dimana satu orang pendonor bisa menghasilkan maksimal 3 kantong plasma konvalesen. Selain itu, di UTD PMI Kota Surabaya, dari 4 alat donor konvalesen, hanya 3 yang bisa beroperasi.

Sehingga membutuhkan waktu antrian yang cukup lama untuk menyelesaikan proses donor plasma bagi para penyintas covid yang berniat untuk mendonorkan plasma darahnya.

Kendati masih rendah, namun, PMI Kota Surabaya terus menghimbau masyarakat yang pernah terkena covid-19 atau penyintas covid-19 untuk tidak takut dalam mendonorkan plasma konvalesen untuk membantu terapi penyembuhan para pasien covid-19 di berbagai rumah sakit yang membutuhkan. (stady/stv)